RELUNG.ID – Akses jalan tol di Indonesia terus bertambah membuat para pengedara mobil harus melewati jalan tol untuk sampai ke tujuan dengan aman dan nyaman.
Namun berkendaraan di jalan tol lintas kota biasanya rawan ngantuk. Nah dilansir dari autofun ini 7 tips aman berkendaraan di tol, simak dibawah ini :
1. Persiapan sebelum berkendara
Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan bahan bakar mencukupi, serta jangan lupa membawa minuman dan camilan untuk menjaga energi selama perjalanan.
“Termasuk rencanakan pula kapan dan dimana hendak beristirahat, bagi pengguna kendaraan listrik, pastikan juga titik-titik charging station (SPKLU) yang bisa digunakan serta jenis port chargingnya apakah ada tipe DC charging yang fast charging atau tidak,” jelas Gerry Nasution, BMW Certified Driving Instructor dilansir dari Autofun.
Baca Juga: Penting! Ini Penyebab Baterai Mobil Listrik Mudah Rusak
2. Hati-hati dengan Highway Hypnosis
Gerry menyebutkan, musuh paling utama pengemudi pada saat berkendara dengan rute jauh di jalan tol adalah highway hypnosis.
Yaitu kondisi pada saat pengemudi terus menerus menatap jalan lurus, rata, dan dalam waktu lama, maka mata pengemudi akan terhipnotis oleh jalanan.
“Ini yang menyebabkan mata kita cepat mengantuk.
Sebenarnya ini bukan kondisi tubuh kita lelah, tapi karena kita selalu melihat jalan lurus ke satu titik dalam waktu lama, secara tidak langsung mata kita terhipnotis, sehingga kita bisa kehilangan kendali sepersekian detik karena mata bisa tiba-tiba seperti tertutup,” jelas dia.
Untuk mengatasi hal ini Kita coba alihkan sedikit perhatian misalnya dengan mendengarkan lagu, atau mengobrol dengan penumpang lain di mobil itu, supaya kita sadar lagi dan tidak terlalu terhipnotis.
“Yang paling simple kita minum seteguk atau dua teguk air putih supaya kita aware lagi konsentrasinya,” pesan Gerry.
3. Pentingnya Istirahat dan Pemanasan Tubuh
Gunakan rest area jalan tol untuk beristirahat setidaknya 15 menit. Ketika terfokus pada perjalanan terutama yang memakan waktu lebih dari 4 jam, seringkali Anda lupa betapa pentingnya beristirahat.
Mungkin Anda tidak merasa lelah dan mengeluarkan banyak keringat ketika mengemudi, padahal tanpa disadari pada saat nyetir satu jam atau dua jam, energi dalam tubuh terkuras banyak.
Untuk itulah sebaiknya setiap 1-2 jam, buat jeda istirahat sejenak sekitar 15 menit untuk meregangkan otot-otot dan menjaga agar kembali fokus berkendara.
Lakukan pemanasan sederhana untuk mengurangi risiko kelelahan terutama di bagian otot kaki dan punggung, karena biar bagaimanapun tubuh melakukan tugas yang monoton selama nyetir.
“Lakukan peregangan otot-otot tubuh, seperti kaki dan punggung supaya gak kaku, sesimple pergi ke toilet karena badan kita bergerak dan jalan tidak monoton di satu posisi,” pesan Gerry.
4. Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman
Sebelum dan selama melakukan perjalanan panjang, asupan makanan serta minuman untuk tubuh juga penting buat diperhatikan.
Ketika hendak berkendara, sebaiknya makan secukupnya dengan menu yang mudah dicerna, serta jangan makan berlebihan karena nantinya malah akan menimbulkan kantuk di perjalanan.
Siapkan minum air putih di perjalanan untuk dikonsumsi setidaknya setiap 30 menit sekali. Pastikan untuk menyediakan camilan yang memberikan energi tanpa menyebabkan kantuk.
Konsumsi kopi dibolehkan asal tidak berlebihan, dan perlu diketahui, kopi bersifat menyerap cairan sehingga pasca minum kopi yang berlebihan, biasanya tubuh akan merasa dehidrasi.
Baca Juga: Toyota Keluarkan Lagi Mobil Listrik DNA SUV
5. Waspada Jika Konsumsi Obat
Gerry juga wanti-wanti berpesan untuk paling pantang pengemudi melakukan aktivitas berkendara bersamaan dengan dirinya mengkonsumsi obat terutama obat flu, atau obat-obat lain yang berpotensi mengurangi konsentrasi saat berkendara.
Konsultasikan dengan dokter jika obat-obatan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi, dan jangan memaksakan diri untuk tetap nyetir selama masih mengkonsumsi obat-obatan tersebut.
6. Interaksi dengan Pengemudi Lain
Membunyikan klakson juga bentuk interaksi dengan pengguna jalan lain. Sebagai pengemudi, penting untuk memahami bahwa jalan adalah tempat bersama bagi berbagai jenis kendaraan, mulai dari pesepeda, pejalan kaki, pemotor, mobil lain, hingga truk atau bus besar.
Setiap kendaraan itu tentunya memiliki pengemudi dengan karakter yang sangat beraneka ragam sehingga Anda dituntut untuk selalu memperhatikan kondisi kendaraan di sekitar.
“Jangan pernah mempercayai pengemudi lain, karena sama seperti kita, semua pengemudi bisa saja membuat kesalahan.
Karena itulah kita harus bisa berkomunikasi dengan pengemudi lain selama di jalan,” terang Gerry.
Caranya antara lain dengan selalu menyalakan lampu sein ketika hendak berbelok, menghidupkan lampu depan saat malam, dan jangan biarkan lampu rem mati sebab fungsinya untuk berkomunikasi dengan mobil di belakang.
7. Tetap Sabar dan Menjaga Kecepatan
Hal penting lainnya sebagai tindakan cara aman berkendara di jalan tol adalah harus sabar dan menjaga kecepatan kendaraan yang aman.
Tidak ada gunanya kita lebih dulu ada di depan mobil lain dan berharap bisa sampai lebih dulu atau malah ingin dicap pengemudi yang hebat.
Padahal tindakan ini tidak menyebabkan Anda lebih cepat secara signifikan sampai di tujuan dibanding kendaraan lainnya.
“Mungkin beberapa menit lebih cepat iya, tapi tidak lebih cepat hingga lebih dari satu jam, sementara risiko yang harus ditanggung sangat besar,” sebut instruktur safety driving dari BMW tersebut.

