RELUNG.ID – Sinar matahari adalah sumber vitamin D untuk tubuh. Namun takut hitang banyak orang yang sengaja tidak pernah mau terkena sinar matahari. Kalian tahu tidak itu sebenarnya berbahaya, loh!
Dilansir dari klkdokter, ini 8 bisa terjadi pada tubuh jika jarang terpapar sinar matahari? Berikut di antaranya:
1. Gangguan Depresi
Paparan sinar matahari dianggap meningkatkan pelepasan hormon yang disebut serotonin.
Serotonin dikaitkan dengan peningkatan suasana hati serta membantu seseorang merasa tenang dan fokus.
Baca Juga: Jangan Dilarang! Ini 6 Manfaat Anak Ikut Lomba 17 Agustus
Kekurangan sinar matahari bisa membuat kadar serotonin Anda turun. Kondisi ini dihubungkan dengan risiko depresi mayor. Inilah dampak kekurangan sinar matahari yang perlu Anda perhatikan.
2. Masalah Jantung
Vitamin D yang diproduksi tubuh berperan untuk melindungi diri Anda dari beberapa jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit jantung.
Tentu saja, tanpa sinar matahari, tubuh akan kesulitan memproduksi vitamin D. Padahal, sinar ultraviolet (UV) ini berperan untuk mengatur tekanan darah.
Dengan demikian, bahaya kekurangan sinar matahari dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.
3. Kanker
Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kanker kulit. Namun, dalam jumlah sedang sinar matahari memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kanker.
Menurut peneliti, mereka yang tinggal di daerah dengan sinar matahari lebih sedikit cenderung menderita beberapa jenis kanker tertentu. Hal ini dibandingkan dengan mereka yang tinggal di tempat dengan lebih banyak paparan matahari.
Jenis kanker akibat kekurangan sinar matahari meliputi:
- Kanker usus besar
- Limfoma Hodgkin
- Kanker ovarium
- Kanker pankreas
- Kanker prostat
4. Osteoporosis
Vitamin D yang berasal dari sinar matahari berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang.
Dengan kadar yang cukup, vitamin D dapat menjaga Anda dari serangan osteoporosis dan kelainan tulang lainnya.
5. Artritis dan Fibromyalgia
Artritis atau fibromyalgia pada orang dewasa bisa terjadi akibat kekurangan sinar matahari. Hal ini berkaitan dengan vitamin D yang dihasilkan.
Orang dewasa yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari sering merasakan nyeri pada otot dan tulang mereka, atau mungkin merasa agak kaku di pagi hari.
Baca Juga: Kalian Harus Tahu! Ini 4 Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan
Nutrisi seperti kalsium dan kolagen mampu bekerja sama untuk membangun tulang. Namun, tanpa dosis vitamin D yang tepat, prosesnya akan terganggu. Alhasil, tulang Anda benar-benar bisa sakit dan muncul sensasi seperti berdenyut.
6. Rakhitis dan Osteomalasia
Rakhitis merupakan kelainan yang menyebabkan tulang lemah dan lunak. Hal ini disebabkan oleh defisiensi vitamin D. Pada orang dewasa, kondisi tulang yang lunak disebut osteomalasia.
7. Multiple Sclerosis
Kekurangan sinar matahari yang berujung pada kurangnya vitamin D berkaitan dengan risiko multiple sclerosis (MS).
Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat.
Pada orang dengan MS, sistem kekebalan menyerang sel-sel di mielin, selubung pelindung yang mengelilingi saraf di otak dan sumsum tulang belakang.
Kerusakan pada selubung mielin mengganggu sinyal saraf dari otak Anda ke bagian lain dari tubuh Anda. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan gejala yang memengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan mata Anda.
8. Insomnia
Jika Anda kekurangan sinar matahari akibat sering berada di dalam ruangan, Anda dapat menghilangkan ritme sirkadian (jam internal tubuh). Ini berarti, tidur malam Anda bisa terganggu.
Kondisi tersebut dapat dengan mudah berlanjut memicu insomnia jika terjadi secara terus-menerus. Untuk mendapatkan manfaat dari sinar matahari, tentunya Anda perlu memperhatikan kadar sinar matahari yang sesuai.
Kekurangan sinar matahari tidak baik bagi tubuh. Kendati begitu, terlalu banyak terpapar sinar matahari pun bisa merugikan kulit. Oleh karena itu, hindarilah paparan sinar matahari sekitar pukul 10 pagi hingga 4 sore.
Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan durasi dan frekuensi yang baik untuk berjemur, yaitu 5-15 menit sebanyak 3 kali seminggu.
Semoga bermanfaat

