Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Ini 9 Penyebab Gagal Ginja di Usia Muda
Lifestyle

Ini 9 Penyebab Gagal Ginja di Usia Muda

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda26/12/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Gagal ginjal tidak hanya menyerang orang yang lebih tua namun bisa juga pada usia muda. Makanya kalian harus waspada dan melakukan antisipasi sejak dini.

Dilansir dari klikdokter ini 9 penyebab gagal ginjal di usia muda. Simak dibawah ini :

1. Polycystic Kidney Disease (PKD)

Polycystic Kidney Disease (PKD) adalah gangguan genetik yang ditandai dengan pembentukan kista di dalam ginjal. Hal ini menyebabkan ginjal membesar dan kehilangan fungsinya secara berkala.

Kista tersebut adalah tumor jinak yang berisi cairan. Ukurannya beragam dan dapat berkembang menjadi sangat besar. Kista di ginjal ini juga dapat sewaktu-waktu berkembang ke organ hati.

2. Goodpasture Syndrome

Goodpasture syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perdarahan difus pada organ paru-paru. Ketika hal tersebut berkembang menjadi peradangan di saluran glomerulus ginjal, maka istilahnya goodpasture disease.

Penyakit ini merupakan penyakit autoimun (kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri) yang bisa terjadi pada seseorang yang memiliki faktor genetik.

Penyakit ini juga bisa dicetuskan oleh faktor lingkungan, seperti merokok, infeksi, paparan pada solven atau hidrokarbon serta debu logam, dan sebagainya.

Baca Juga: Catat! Ini 7 Manfaat Telon untuk Kesehatan Bayi

3. IgA Nephropathy

IgA nephropathy adalah kondisi adanya deposisi kompleks imun IgA di saluran glomerulus ginjal. Hal ini dapat mengganggu fungsi glomerulus untuk menyaring darah.

Gejala awal kondisi ini dapat ditandai dengan ditemukannya sejumlah darah atau protein di dalam urine. Penyakit IgA nephropathy dapat diderita semua umur, namun biasanya terjadi pada dewasa muda.

4. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi yang tidak diobati secara tepat dapat menyebabkan gangguan ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena ginjal bekerja menjadi lebih berat ketika tekanan darah Anda tinggi.

5. Diabetes

Diabetes atau penyakit gula adalah salah satu penyakit metabolik yang umum terjadi pada masyarakat, bahkan dapat diderita oleh usia muda.

Biasanya, diabetes yang terjadi pada usia muda adalah diabetes tipe 1. Kondisi diabetes tipe 1 dipengaruhi oleh faktor genetik.

Apabila diabaikan, penyakit ini dapat memberikan efek pada ginjal dan lama-kelamaan bisa membuat kerja organ tersebut semakin berat.

6. Kegagalan Fungsi Hati (Sirosis)

Sirosis adalah kondisi jaringan parut parah dan terjadi pada organ hati. Kondisi ini juga dapat ditandai dengan penurunan fungsi hati dan biasanya akan terlihat pada tahap penyakit hati kronis.

Jaringan parut paling sering disebabkan oleh paparan racun seperti alkohol atau infeksi virus jangka panjang.

Hati atau liver terletak di sisi kanan atas perut di bawah tulang rusuk. Organ hati memiliki banyak fungsi penting, seperti memproduksi empedu untuk menyerap lemak makanan, menyimpan gula, dan memurnikan darah dengan cara membuang racun seperti alkohol serta bakteri.

Jika fungsi hati terganggu, maka secara tidak langsung akan memperberat kerja ginjal, dan pada akhirnya akan menurunkan fungsi ginjal.

7. Luka Bakar Berat

Luka bakar adalah salah satu cedera yang paling umum terjadi, terutama pada anak-anak ataupun usia muda. Luka bakar ditandai dengan kondisi kerusakan kulit parah hingga menyebabkan kematian pada sel-sel kulit.

Kebanyakan orang dapat pulih dari luka bakar tanpa komplikasi kesehatan yang serius, namun hal itu bergantung pada penyebab dan tingkat cedera. Luka bakar yang serius membutuhkan perawatan medis darurat segera untuk mencegah komplikasi dan kematian.

Dibandingkan dengan luka bakar derajat satu dan dua, luka bakar derajat tiga paling berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi yang terjadi, seperti, kehilangan darah, infeksi, syok, dan gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga: Jaga Kesehatan! Ini 6 Makanan Harus Dibatasi saat Rayakan Tahun Baru

8. Penggunaan obat NSAID jangka panjang

Konsumsi beberapa obat anti-inflamasi (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis yang dikenal sebagai nefritis interstitial kronis.

Label kemasan obat NSAID umumnya memberitahukan Anda untuk tidak menggunakan obat-obatan tersebut lebih dari 10 hari untuk nyeri dan lebih dari tiga hari untuk demam.

Jika mengalami nyeri atau demam dalam waktu yang lama, Anda harus menemui dokter guna melakukan pemeriksaan lanjutan.

9. Sindrom Uremik Hemolitik

Sindrom uremik hemolitik adalah kondisi terjadinya reaksi imun tubuh. Kondisi ini paling sering terjadi setelah infeksi saluran cerna yang menyebabkan kadar sel darah merah rendah, kadar trombosit rendah, dan cedera ginjal.

Sindrom uremik hemolitik menyebabkan kerusakan sel darah yang beredar di pembuluh darah, termasuk sel darah merah (RBC) dan trombosit, dan menyebabkan proses penghancuran sebelum waktunya.

Cedera ginjal bisa menjadi sangat serius jika tidak ditangani. Gagal ginjal, peningkatan tekanan darah yang berbahaya, masalah jantung, dan stroke adalah risiko yang dapat terjadi jika sindrom uremik hemolitik tidak diobati dengan tepat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMitsubishi Buka Posko Siaga 24 Jam Nataru 2024 di Seluruh Indonesia
Next Article Volkswagen Konfirmasi Kehadiran ID GTI Berbasis Listrik pada Tahun 2026
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,937 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,807 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,780 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?