RELUNG.ID – Kekuatan dahysat daya hancur tembakan Mother Flame senjata pemusnah massal buatan York akhirnya bisa disaksikan dengan mata kepala para fans One Piece.
Hal itu terlihat jelas di rilis terbaru anime One Piece episode 1089 dengan judul memasuki awal baru! Jalan Luffy dan Sabo.
Baca Juga: Anime One Piece Pertemuan Pertama Luffy Ginny Tunjukkan Wujud Asli
Cerita bermula Pasukan Revolusioner mendapatkan kabar dari Sabo melalui Den Den Mushi membuat semuanya tersenyum bahagia.
Lalu percakapan itu disadap oleh angkatan laut yang disambungkan juga kepada pemimpin tertinggi pemerintah dunia para tetua Gorosei.
Dari percakapan itu lokasi Sabo dideteksi berada di wilayah Kerajaan Lulusia yang diketahui penduduknya melakukan pemberontak menentang kezaliman sang Raja.
Baca Juga: Ini 5 Fakta Unik One Piece yang Mengejutkan Fans
Selanjutnya Sabo berkata dia selamat dan mengatakan kalau bukan dirinya pembunuh Raja Alabasta Nefertari Cobra. Sabo juga mau menyebutkan siapa yang membunuh Raja Cobra sebenarnya.
Mendengar itu Gorosei meminta koneksi obrolan Sabi diputus dengan menembak Mother Flame ke kerajaan Lulusia.
Tiba-tiba langit kerajaan Lulusia gelap diselimuti awan hitam diatas langit. Dari sana puluhan laser berukuran besar menembaki pulau Lulusia membuat pulau itu hancur dan mengakibatkan dasar lautan bolong besar.
Hal itu berdampak kepada guncangan gempa bumi dan terjadi tsunami di semua wilayah daratan di dunia One Piece.
Itulah luar biasa senjata pemusnah massal buatan York yang benar-benar dahysat bisa melubangi dasar lautan dan membuat gempa plus tsunami.
Alhasil koneksi Den Den Mushi Sabo ke Den Den Mushi Pasukan Revolusioner langsung terputus karena sinyal siput di lokasi tersebut ikut hancur.

