RELUNG.ID- Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, juga menyimpan berbagai destinasi wisata edukasi sejarah yang menarik untuk dikunjungi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Beragam situs megalitikum yang tersebar di sejumlah kecamatan menjadi bukti kuat peradaban kuno yang pernah berkembang di lereng Gunung Dempo.
Berikut beberapa lokasi wisata sejarah yang patut masuk daftar kunjungan:
1. Kompleks Situs Megalitikum Batu Berghibu

Situs ini terletak di Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, sekitar 8 kilometer dari pusat kota dan berada persis di jalur lintas utama Pagar Alam–Tanjung Sakti, sehingga mudah diakses wisatawan.
Kompleks situs yang berada di tengah hamparan persawahan ini terdiri dari empat patung berbentuk manusia. Situs Batu Berghibu pertama kali ditemukan oleh pegawai kontrolir Belanda pada tahun 1926.
Menurut catatan arkeolog Belanda, situs megalitikum ini diperkirakan dibuat pada awal abad Masehi. Patung-patung tersebut dipahat dari batu andesit dengan tingkat kehalusan, detail, dan unsur seni yang tinggi, menunjukkan bahwa masyarakat masa itu telah mengenal peralatan pahat dan memiliki kemampuan artistik yang maju.
Di lokasi yang sama juga ditemukan sarkofagus atau kubur batu yang diperkirakan berasal dari periode yang lebih tua. Selain itu, terdapat pula dolmen atau meja batu yang diyakini digunakan masyarakat prasejarah sebagai tempat meletakkan persembahan.
2. Kompleks Situs Megalitikum Belumai

Situs Belumai berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Pagar Alam, tepatnya di Dusun Belumai, Kecamatan Pagar Alam Selatan.
Di kawasan ini terdapat patung manusia yang menunggang kerbau, kubur batu, serta menhir yang diperkirakan telah berumur lebih dari 3.000 tahun. Berdasarkan legenda masyarakat setempat, Dusun Belumai diyakini sebagai salah satu permukiman awal komunitas masyarakat yang mendiami lereng Gunung Dempo.
3. Situs Keban Agung

Situs Keban Agung merupakan kompleks pemakaman kuno yang berada di Dusun Keban Agung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Situs Belumai.
Di lokasi ini terdapat sejumlah nisan batu berukir yang diperkirakan telah berusia sekitar 2.000 tahun. Menurut cerita masyarakat setempat, Situs Keban Agung memiliki keterkaitan historis dan genealogis dengan Situs Belumai. Penduduk Keban Agung diyakini berasal dari komunitas awal Dusun Belumai yang kemudian membuka permukiman baru.
4. Situs Megalitikum Manusia Dililit Ular

Situs ini terletak sekitar 5 kilometer ke arah utara dari pusat Kota Pagar Alam, tepatnya di Dusun Selebar, Kecamatan Pagar Alam Utara.
Di lokasi ini terdapat batu berukir bergambar seekor ular besar yang melilit sepasang manusia, laki-laki dan perempuan. Situs tersebut diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun. Letaknya berada di tengah areal persawahan warga dengan latar belakang siluet Gunung Dempo yang megah.
Menurut cerita rakyat setempat, situs ini berkaitan dengan legenda Si Pahit Lidah, seorang pendekar yang mengutuk sepasang manusia karena melanggar adat istiadat.
5. Situs Batu Lumpang

Situs Batu Lumpang berlokasi tepat di seberang Lapangan Alun-alun Utara Kota Pagar Alam. Meski tidak seterkenal Situs Batu Berghibu atau Belumai, situs ini tetap menarik untuk dikunjungi.
Situs ini pertama kali ditemukan oleh kontrolir Belanda pada awal 1920-an. Bentuknya berupa batu persegi panjang dengan beberapa lubang di sisinya. Berdasarkan hipotesis arkeologi, batu tersebut diduga digunakan masyarakat prasejarah sebagai alat untuk menumbuk biji-bijian.[TFK]

