RELUNG.ID – Pasca dipangkasnya insentif kendaraan listrik pada Desember 2023 lalu, kini penjualan mobil listrik di Eropa dilaporkan menurun.
Penurunan penjualan mobil listrik ini mencapai 37 persen pada Juli 2024 secara tahunan atau year to year (yoy).
Tak hanya itu, pangsa pasar kendaraan listrik di Eropa juga tercatat mengalami penurunan menjadi 12,9 persen pada Juli 2024 ddibandingkan tahun lalu.
Dikutip dari Carscoops, analis UBS Patrick Hummel mengatakan, dengan menurunnya pangsa pasar maka tentunya mempengaruhi pendapatan para produsen, diantaranya mobil Volkswagen (VW) yang kemungkinan berkurang sebesar 2 miliar Euro atau sekitar Rp32 triliun pada tahun depan.
“Ini akibat dari permintaan kendaraan listrik yang lambat,” katanya.
Karena itu, produsen mbil tersebut baru-baru ini mengumumkan penundaan jadwal produksi baterainya dan memangkas produksi di pabrik kendaraan listrik.
Dia juga menambahkkan, Swedia yang dianggap sebagai pemimpin pasar Eropa juga mencatat terjadi penurunan signifikan sebesar 15 persen dalam pendaftaran EV pada Juli. Sedangkan, penjualan mobil listrik di Swiss juga ikut menurun sebesar 19 persen di sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Konsultan di Ernst and Young (EY) Constantin Gall mengatakan, dengan penurunan penjualan mobil listrik ini, maka membuktikan bahwa mobilitas listrik sejauh ini tidak berkelanjutan.
“Pasar telah kehilangan semua momentum dan banyak pelanggan meragukan prospek mobil listrik ini,” singkatnya. (YIP)

