RELUNG.ID – Instagram terus mengembangkan berbagai fitur baru.
Salah satu fitur terbaru yang sedang diuji adalah kemampuan untuk berkolaborasi dalam postingan korsel.
Dalam postingan tersebut memungkinkan pengguna mengundang teman-teman mereka untuk berkontribusi pada postingan feed mereka.
Selain itu, teman pengguna juga dapat menambahkan lebih banyak foto dan atau video ke postingan pengguna. Bahkan setelah postingan itu telah dipublikasikan.
Kepala Instagram, Adam Mosseri mengonfirmasi, bahwa platform ini sedang melakukan uji coba fitur baru ini, meskipun belum ada tanggal resmi peluncuran yang diumumkan.
Menurutnya, fitur kolaboratif ini akan memungkinkan pengguna untuk mengundang teman-teman mereka untuk berbagi foto atau video dalam postingan korsel mereka di Instagram.
Baca Juga: Makan Buah Iblis Milik Ternyuubito! Kaido, Kuma dan Ivankov Dapat Julukan
Sebelum memposting postingan, pengguna akan memiliki opsi untuk mengaktifkan kemampuan pengikut mereka untuk mengirimkan foto dan/atau video, yang nantinya dapat disetujui untuk ditambahkan ke postingan tersebut.
Dalam gambaran uji coba yang disertakan dalam postingannya, terlihat tombol “Tambahkan ke postingan” di sudut kiri bawah postingan.
Teman-teman pengguna dapat dengan mudah mengetuk tombol tersebut dan berkontribusi pada postingan tersebut.
Baca Juga: Kenapa Tenryuubito Bisa Miliki Buah Iblis Kaido, Ini Jawabannya
Selain itu, tampaknya pengguna juga dapat menggeser ke slide terakhir korsel, di mana mereka akan menemukan perintah “Tambahkan ke postingan” yang lebih besar untuk menambahkan foto atau video ke postingan yang sudah ada.
Selain berita tentang fitur kolaboratif ini, awal bulan ini, Meta telah mengumumkan rencananya untuk membebankan biaya kepada pengguna di Uni Eropa, sekitar EUR 13 per bulan, untuk akses ke versi bebas iklan dari Facebook atau Instagram di ponsel.
Versi Instagram yang saat ini gratis dan didukung iklan akan tetap tersedia bagi pengguna.
Baca Juga: Hanya Bajak Laut Rocks dan Luffy Memiliki Kesamaan Ini di One Piece
Namun, Instagram dan platform media sosial lainnya yang dimiliki Meta telah mendapat sorotan negatif dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait masalah privasi, keamanan, dan dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna, khususnya anak-anak.
Pada pekan lalu, 33 negara bagian di Amerika Serikat menggugat Meta, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah menyesatkan publik dan secara sengaja membuat platform seperti Instagram menjadi lebih adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Gugatan tersebut juga merujuk pada penelitian yang menghubungkan penggunaan platform media sosial Meta oleh anak-anak dengan dampak negatif seperti depresi, kecemasan, insomnia, gangguan pendidikan, dan dampak lainnya. Instagram dan Meta masih menghadapi tantangan signifikan terkait masalah ini.

