RELUNG.ID – Kinerja investasi di Provinsi Sumatera Selatan pada 2025 mengalami koreksi setelah sebelumnya mencatat lonjakan signifikan. Penurunan ini bukan tanpa sebab—selesainya sejumlah proyek besar justru menjadi faktor utama melambatnya arus modal, terutama dari investor asing.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, realisasi investasi tahun 2025 tercatat Rp 62,67 triliun, turun 11,63 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 70,91 triliun. Capaian tersebut juga masih di bawah target nasional sebesar Rp 78,85 triliun atau hanya terealisasi 79,48 persen.
Kepala DPMPTSP Sumsel, Lusapta Yudha Kurnia, menjelaskan bahwa meskipun terjadi penurunan, realisasi tersebut sebenarnya telah melampaui target daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025 sebesar Rp 42,5 triliun.
“Artinya secara perencanaan daerah, capaian ini masih cukup baik, meskipun secara nasional belum memenuhi target,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dari sisi komposisi, investasi pada 2025 masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp 47,19 triliun atau melampaui target RPJMD hingga lebih dari dua kali lipat. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) hanya terealisasi Rp 15,47 triliun.
Penurunan PMA ini disebut berkaitan erat dengan rampungnya sejumlah proyek berskala besar yang sebelumnya menjadi penopang investasi, seperti ekspansi pabrik pulp dan industri pupuk di Sumsel. Memasuki 2025, proyek-proyek tersebut telah beralih dari fase konstruksi ke operasional, sehingga nilai investasi baru ikut menyusut.
“Ketika proyek selesai, otomatis nilai investasi yang tercatat juga menurun karena tidak lagi dalam tahap pembangunan,” jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov Sumsel kini mulai mengalihkan fokus pada pencarian sumber pertumbuhan investasi baru. Salah satu proyek strategis yang diharapkan menjadi magnet baru adalah rencana pembangunan pelabuhan di kawasan Banyuasin.
Proyek ini diyakini memiliki potensi besar untuk menarik minat investor, sekaligus memperkuat konektivitas logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.[THQ]

