RELUNG.ID – Minat masyarakat Sumatra Selatan untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan positif. Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatra Selatan melaporkan, hingga akhir Maret 2025, jumlah investor pasar modal di wilayah ini mencapai 385.611 orang. Angka tersebut meningkat sebanyak 12.159 investor baru sejak akhir 2024.
Kepala BEI Sumsel, Hari Mulyono, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi di pasar modal Indonesia, khususnya produk investasi BEI, tetap stabil meskipun ekonomi global dan lokal menghadapi berbagai tantangan.
“Rata-rata pertumbuhan investor baru per bulan dari Januari hingga Maret 2025 mencapai 4.000 orang. Angka ini konsisten, meskipun tidak setinggi saat masa pandemi Covid-19,” ungkap Hari, Kamis (24/4/2025).
Hari menjelaskan bahwa rata-rata pertumbuhan investor baru di awal 2025 lebih baik dibandingkan era sebelum pandemi. Dalam periode 2017 hingga 2020, pertumbuhan investor baru rata-rata hanya mencapai 2.000 hingga 2.500 orang per bulan.
“Jika dibandingkan, pertumbuhan tahun ini meningkat sekitar 30% dari periode sebelum Covid-19. Meski saat pandemi pertumbuhannya lebih signifikan, kini kondisinya tetap menunjukkan perkembangan yang baik,” tambahnya.
Meskipun berbagai isu ekonomi global dan lokal sedang terjadi, Hari optimistis bahwa investor pasar modal di Sumsel akan terus bertambah. Ia menyebut pengalaman para investor lama yang telah melewati berbagai krisis, seperti pada tahun 1997, 2002, dan 2008, menjadi bukti bahwa pasar modal dapat bertahan dan berkembang.
“Para investor lama ini menjadi bukti nyata bagi masyarakat dan investor baru bahwa meskipun ada krisis, investasi di pasar modal tetap berpotensi tumbuh lebih pesat setelahnya,” tuturnya.
Hari berharap tren pertumbuhan ini terus berlanjut, menciptakan iklim investasi yang sehat dan semakin menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.[THQ]

