RELUNG.ID – Iran telah meluncurkan serangan udaranya berupa ratusan rudal dan drone ke Israel pada Sabtu malam (13/4).
Serangan tersebut sebagai bentuk balas dendam atas serangan Israel ke Konsulat Teheran di Damaskus, Suriah yang telah menewaskan belasan orang.
Serangan Iran ini pun kini mendapatkan respon dari negara-negara besar diantaranya Rusia dan Amerika.
Dalam pernyataannya, Minggu kemarin (14/4), Kementrian Luar Negeri Rusia menyampaikan keprihatinannya mendalam terhadap eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah. Rusia pun meminta agar semua pihak yang terlibat untuk menahan diri.
Menurut mereka, serangan udara yang diluncurkan Iran ini sebagai bentuk pembelaan diri usai serangan Israel terhadap komplek keduaan mereka di Damaskus awal April lalu.
Dikutip dari RMOL, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov juga melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian.
Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyayangkan tindakan dari Israel. Dia juga mengungkit sikap Israel yang juga tidak pernah mengutuk serangan tentara Kyiv terhadap Moskow.
“Ingatkan saya, kapan terakhir kali Israel mengutuk setidaknya satu serangan Kyiv terhadap wilayah Rusia?” katanya.
Sementara itu, Presiden AS, Joe Biden telah memperingatkan Netanyahu tentang Washington yang tidak akan berpartisipasi dalam serangan Israel melawan Iran.
Hal ini juga ditegaskan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin bahwa mereka telah berbicara dengan rekannya termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir dan Yordania untuk menhingari eskalasi regional.

