RELUNG.ID — Pemerintah Israel mengumumkan penerapan pembatasan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan 2025. Langkah ini kembali memicu kekhawatiran di tengah ketegangan yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Juru bicara Pemerintah Israel, David Mencer, menyampaikan bahwa pembatasan ini dilakukan sebagai tindakan preventif demi menjaga keselamatan publik. Menurutnya, aturan tersebut merupakan kebijakan rutin yang diterapkan setiap tahun selama Ramadan.
“Pembatasan yang biasa untuk keselamatan publik akan diberlakukan seperti yang telah dilakukan setiap tahun,” ujar Mencer, Kamis (27/2).
Sesuai kebijakan tersebut, hanya pria berusia di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun yang diperbolehkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama Ramadan. Selain itu, ribuan polisi Israel akan dikerahkan di sekitar Kota Tua Yerusalem untuk memperketat pengamanan.
Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah salah satu situs paling suci dalam Islam dan menjadi simbol identitas nasional rakyat Palestina. Namun, lokasi ini sering menjadi titik ketegangan karena pendudukan Israel dan provokasi yang kerap dilakukan oleh kelompok ultranasionalis Yahudi.
Berdasarkan konvensi yang berlaku, umat Yahudi diperbolehkan mengunjungi kompleks Al-Aqsa, tetapi dilarang melakukan ibadah di sana. Meski begitu, beberapa tahun terakhir, kelompok ultranasionalis Israel berulang kali melanggar aturan tersebut dengan berdoa di kawasan tersebut, memicu ketegangan dengan umat Muslim.
Ramadan di Yerusalem, yang diperkirakan dimulai akhir pekan ini, menjadi momen penting bagi umat Islam yang ingin beribadah di Masjid Al-Aqsa. Namun, dengan pembatasan yang diterapkan, kekhawatiran akan potensi gejolak dan ketegangan di kawasan itu kembali meningkat.
Dengan situasi yang terus memanas, dunia internasional diharapkan dapat mendorong upaya perdamaian dan memastikan hak beribadah umat Muslim di Al-Aqsa tetap terjaga. [THQ]

