RELUNG.ID – Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Jalur Gaza pada Selasa (18/3/2025) malam, menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk wanita dan anak-anak. Serangan ini terjadi di Khan Younis dan Gaza City, menurut laporan juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal.
Sebelumnya, pada Selasa dini hari, militer Israel melancarkan serangan udara yang diklaim sebagai yang paling intens sejak gencatan senjata terakhir pada 19 Januari lalu. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 400 orang tewas akibat serangan tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap gagalnya negosiasi dengan Hamas terkait pembebasan sandera. Ia juga memperingatkan bahwa serangan ini baru permulaan, dan negosiasi mendatang hanya akan berlangsung di bawah tekanan.
“Hamas telah merasakan kekuatan kami dalam 24 jam terakhir. Ini baru permulaan,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video yang dirilisnya.
Israel menegaskan akan terus melanjutkan operasi militernya di Gaza hingga semua sandera yang masih ditahan oleh Hamas dan kelompok militan lainnya dibebaskan. Sementara itu, situasi di Jalur Gaza semakin memburuk dengan meningkatnya jumlah korban jiwa dan kehancuran infrastruktur. [THQ]

