RELUNG.ID – Jalan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) yang berada di Desa Muara Batang Empu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), nyaris putus akibat longsor. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama warga setempat melakukan gotong royong membangun talud sementara.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muara Batang Empu, Harjum, menyayangkan lambannya penanganan kerusakan jalan tersebut oleh pihak pemerintah provinsi.
“Jalan ini sudah lebih dari tiga tahun rusak parah akibat longsor, namun hingga kini belum juga diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumsel,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa jalan ini merupakan satu-satunya akses penghubung menuju ibu kota Kabupaten Muratara. Jika jalan ini sampai putus total, aktivitas masyarakat akan sangat terganggu.
“Anak-anak sekolah pasti akan kesulitan berangkat, dan kegiatan ekonomi warga juga terdampak. Jarak antara jalan dan bibir sungai saat ini tinggal puluhan meter saja,” jelas Harjum.
Pemerintah Desa, lanjutnya, sudah berkali-kali mengusulkan pembangunan talud permanen ke instansi terkait, namun belum ada realisasi. Ia pun berharap perhatian dari seluruh pemangku kebijakan.
“Kami berharap kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Gubernur Sumsel Bapak Herman Deru, Bupati Muratara Bapak Devi Suhartoni, serta DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Muratara agar segera memperhatikan kondisi jalan ini,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Desa Muara Batang Empu, Toni, mengatakan bahwa pihaknya bersama warga hari ini melakukan perbaikan darurat dengan membangun talud dari karung berisi koral.
“Ini sifatnya sementara agar kendaraan roda empat masih bisa lewat. Kalau tidak segera ditangani, jalan benar-benar tak bisa dilalui,” kata Toni.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi area tersebut karena talud yang dibuat masih bersifat darurat.
“Semoga jalan ini bisa segera dibangun secara permanen oleh Pemprov Sumsel,” harapnya. (LTM)

