RELUNG.ID – Mobil legendaris Isuzu Panther masih diminati hingga masih banyak yang mengincar mobil bekasnya. Namun sebenarnya mobil era 1990 ini lebih cocok digunakan daerah pelosok dibandingkan di kota besar.
Baca Juga: Wuling Rilis Almaz RS Varian Hybrid Lebih Digemari
Dilansir dari Autofun ini 3 alasannya. Simak dibawah ini :
1- Harga masih tinggi
Harga Isuzu Panther bekas masih tinggi karena permintaan pasar yang tinggi. Sebagai contoh, Panther 2.5 LV transmisi manual tahun 2018 masih dibanderol sekitar Rp193 juta, harga yang sama dengan Toyota Kijang Innova diesel bekas tahun 2012 dengan transmisi otomatis atau Toyota Fortuner diesel bekas tahun 2012 dengan transmisi matic.
Baca Juga: AC Mobil Tidak Dingin, Ini 3 Penyebabnya
2- Fitur terbatas
Meskipun Panther memiliki keunggulan dalam durabilitas, efisiensi bensin diesel, dan suspensi yang nyaman, mobil ini masih terbatas dalam fitur. Dengan budget yang setara, konsumen bisa mendapatkan mobil bekas dengan fitur lebih lengkap seperti Toyota Sienta, Honda CR-V, atau Toyota Camry.
3- Sulit mencari bahan bakar
Isuzu Panther tidak lagi diproduksi karena mesinnya tidak memenuhi standar emisi yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, sulitnya menemukan bahan bakar diesel (Solar) di kota besar seperti Jakarta menjadi kendala tambahan. Alternatifnya adalah menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex, namun harganya lebih mahal dibandingkan Pertamax atau Pertamax Turbo

