RELUNG.ID – Dalam upaya mengatasi kesenjangan digital di Indonesia, Biznet meluncurkan teknologi jaringan fiber optik bawah laut yang dinamakan Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1). Jaringan ini menghubungkan Pulau Jawa, Sumatra, dan Bangka, dengan tujuan memperluas akses internet hingga ke daerah terpencil, termasuk pemukiman di pinggir sungai.
Menurut Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, jaringan BNCS-1 telah terealisasi di kawasan Sungsang, Sumatera Selatan, sejak tahun 2024. “Jaringan kabel bawah laut ini bergerak melalui Kalianda, Bandar Lampung, kemudian Mesuji, OKI (Lempuing), hingga Palembang, khususnya Sungsang. Selanjutnya, jaringan melanjutkan koneksi ke Bangka, Mentok, dan Jakarta,” jelas Adrianto.
BNCS-1 menggunakan kabel optik pasif dengan sistem Marine Point of Presence (POP). Sistem ini menghubungkan pengguna internet melalui lokasi fisik di area maritim. Pembangunan kabel bawah laut dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan tim maritimnya, memastikan proses berjalan sesuai regulasi pemerintah.
“Proses pembangunan infrastruktur selesai hanya dalam waktu dua minggu dengan mekanisme yang efisien. Kami juga memastikan kekuatan infrastruktur kabel ini mampu mendukung koneksi yang stabil,” tambahnya.
Dengan jaringan BNCS-1, Biznet berkomitmen mendukung pengembangan digitalisasi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Jaringan ini meningkatkan kapasitas bandwith hingga 30 persen lebih besar, mencapai 400 Mbps, dengan harga mulai Rp175 ribu.
Ekspansi berikutnya akan menyasar wilayah seperti Pangkalan Balai, Betung, dan Bayung Lencir, serta memperluas koneksi ke Sulawesi dan Kalimantan.
“Harapan kami, pemerintah daerah dan pusat mendukung inovasi ini melalui regulasi yang jelas, sehingga perluasan layanan digital dapat terealisasi dengan baik,” ujar Adrianto.
Senior Manager Biznet Sumbagsel, Dedi Riyanto, menyebutkan bahwa jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 85 dari 107 kelurahan di Palembang. Di sisi lain, masyarakat pinggiran Sungai Musi juga mulai merasakan manfaat positif dari internet, termasuk mendukung pembelajaran berbasis digital di sekolah-sekolah terpencil.
“Dengan adanya internet, siswa di daerah terpencil kini lebih aktif mencari informasi tambahan yang tidak ditemukan di buku. Proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan efektif,” kata Dedi.
Biznet juga menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur untuk memastikan koneksi tetap optimal. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penguatan operasional, termasuk patroli rutin guna menjaga kualitas jaringan,” jelas Dedi.[THQ]
BUATKAN JUDUL BERITA

