Jelang pergantian tahun, pedagang terompet mulai bermunculan di Lubuklinggau, Sumsel. Hal ini terlihat di pinggir Jalan Yos Sudarso di depan Mapolres Lubuklinggau.
Salah satu pedagang yakni Kakek Abdullah (76). Dia mulai menjajakan terompet sejak dua hari terakhir untuk mengais rezeki menjelang tahun baru 2023.
“Baru dua hari jualan, baru dua yang laku,” kata Abdullah.
Menurutnya, memang untuk saat-saat sekarang ini penjualan terompet masih sepi. Namun ia optimis, seminggu lagi memdekati tahun baru pembeli akan ramai. Apalagi di hari H malam pergantian tahun.
“Seminggu nak tahun baru biasonyo rame. Kalau ini sekarang belom, cuma lah mulai begoyor,” ungkapnya.
Abdullah menjelaskan, harya terompet yang dijualnya bervariasi mulai dari Rp10 ribu sampai Rp30 ribu. Adapun jenis terompey yang dijual yakni terompet pot-pot Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, terompet kacang Rp10 ribu, terompet kompa Rp30 ribu, terompet naga Rp20 ribu dan terompet ayam Rp25 ribu.
“Yang baru laku duo tadi terompet kacang,” celetuk Abdullah.
Ia mengaku berjualan terompet sudah sejak 5 tahun lalu. Dan dua tahun terakhir diakuinya memang omset penjualan terompet turun drastis dampak dari Covid-19.
“Kalo tahun ini pecaknya lah begoyor rame. Optimis, lah beguyur. Biasonya seminggu nak tahun baru rame wong beli. Kalo sekarang kareno belom seminggu, jadi masih sepi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Abdullah berjualan terompet mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kalo lah malem tahun baru men belom abes sampe dalu (dini hari),” pungkasnya.

