RELUNG.ID — Ketua Kloter pertama Embarkasi Sumsel, Sidik Nurdiansyah, mengimbau seluruh jemaah haji asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk saling menjaga dan membantu selama berada di Tanah Suci.
Hal ini disampaikan mengingat jumlah jemaah yang jauh lebih banyak dibanding jumlah pendamping pada setiap kloternya.
Menurut Sidik Nurdiansyah, jumlah pendamping hanya berjumlah 5 orang, sedangkan jemaah haji yang berangkat pada kloter pertama mencapai 445 orang.
“Dari awal kita sudah mendata para jemaah yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, sehingga kami memohon bantuan mereka yang masih muda dan sehat agar dapat dilibatkan untuk saling membantu satu sama lain,” kata Sidik Nurdiansyah.
Ia menjelaskan bahwa hal ini merupakan strategi yang digunakan agar ibadah haji dapat berjalan dengan lancar, terutama karena sebagian besar jemaah sudah memiliki umur yang cukup lanjut. Harapannya adalah bahwa yang memiliki usia muda dapat membantu jemaah yang sudah lanjut usia.
“Respon dari para jemaah Alhamdulillah sangat positif, mereka siap untuk saling membantu, dan kita sudah melihat adanya solidaritas dan inisiatif dari para jemaah untuk membantu satu sama lain, seperti membawa koper dan mendorong kursi roda jemaah lain,” ujarnya.
Kloter pertama ini dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (12/5/2024) pukul 07.40 WIB melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sidik Nurdiansyah menyebut bahwa dalam kloter pertama ini, jemaah tertua berusia 86 tahun, sementara yang termuda berusia 18 tahun.
“Jemaah pada kloter pertama berasal dari kabupaten Musi Banyuasin, KBIHU Siti Khodijah, dan KBIHU Hidayahtullah,” katanya.
Dalam kloter pertama ini, terdapat 5 orang pendamping yang akan membimbing para jemaah haji, termasuk tenaga medis.
“Alhamdulillah, persiapan telah selesai, dan para jemaah dipastikan siap untuk berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji,” tutupnya. [RG]

