Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Jembatan Ampera: Dari Ikon Kota Menjadi Panggung Virtual Para Pengamen Online
Indeks

Jembatan Ampera: Dari Ikon Kota Menjadi Panggung Virtual Para Pengamen Online

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda05/11/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana para Tiktokers di Jembatan Ampera, Foto : Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Suara musik terdengar merdu di atas Jembatan Ampera, diselingi lampu-lampu kota yang berkelip dan suasana malam yang sejuk. Jembatan ikonik di Kota Palembang itu tidak lagi hanya menjadi penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, tetapi juga berubah menjadi panggung virtual bagi para pengamen daring.

Anak-anak muda, bahkan beberapa orang dari luar kota, hadir untuk melakukan siaran langsung di TikTok demi mencari penghasilan tambahan.

Seperti malam Senin (4/10), deretan pengamen online terlihat berbaris di atas jembatan sejak pukul 19.30 WIB. Mereka bersiap dengan alat sederhana seperti ponsel, tripod, hingga mikrofon, dan bahkan standing lighting yang memberi kesan panggung kecil di atas jembatan sepanjang 1,1 kilometer tersebut. Kehadiran mereka tidak sekadar mencari cuan, tetapi juga ingin memperkenalkan keindahan Kota Palembang, khususnya Jembatan Ampera, kepada para penonton daring.

Pengamen Daring: Cara Baru Mengenalkan Palembang

Salah satu pengamen daring, Ibrahim Zahir (34), mengaku baru saja memulai kegiatan ini selama dua minggu terakhir. Dalam kesehariannya, Ibrahim bekerja di tempat penggilingan ikan. Namun, sejak ia mengetahui peluang meraup penghasilan melalui siaran langsung di TikTok, ia mulai tertarik untuk bernyanyi secara daring di atas Jembatan Ampera.

“Saya ingin memperkenalkan Jembatan Ampera dan Kota Palembang kepada orang luar,” ujarnya.

 

“Saya live dari pukul 20.00 sampai 23.30 WIB, dengan pemandangan Ampera di belakang, supaya penonton juga bisa melihat indahnya jembatan ini,” tambahnya sambil tersenyum.

Ibrahim mengakui, pendapatannya dari live TikTok cukup membantu untuk membeli keperluan seperti kuota internet dan peralatan siaran. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan hingga 1.000 koin TikTok dari penonton yang mengapresiasi nyanyiannya.

“Koin itu kalau dikonversi bisa jadi uang. Rumayan untuk tambahan sehari-hari,” kata warga Plaju ini.

Dari Penonton Kopi Hingga Panggung Virtual

Lain lagi cerita Alaikal Wikaya, atau Ley, yang sudah berpengalaman dalam dunia live streaming. Sebelumnya, ia sering tampil di berbagai kafe di Palembang dan pernah menjadi musisi jalanan.

Enam bulan lalu, ia mencoba siaran langsung di berbagai tempat ikonik, mulai dari Stadion Jakabaring, Taman Kambang Iwak, hingga Benteng Kuto Besak. Baru beberapa bulan terakhir ia memilih Jembatan Ampera sebagai tempatnya tampil.

“Saya ingin mengenalkan jembatan ini sekaligus menghidupkan suasananya. Sekarang Ampera lebih aman, beda dari dulu yang sering ada pemalakan. Jadi, harapannya orang-orang nggak takut lagi buat main ke sini malam-malam,” ungkap Ley, yang malam itu terlihat sibuk memenuhi permintaan lagu dari para penontonnya.

Dengan jumlah pengikut TikTok yang mencapai 3.000, Ley bisa menarik hingga 10.000 penonton dalam satu kali siaran, menghasilkan pendapatan hingga Rp200 ribu per malam. Jika ia konsisten, dalam sebulan penghasilannya bisa mencapai Rp6 juta, melampaui Upah Minimum Kota (UMK) Palembang yang berada di angka Rp3,6 juta.

“Cuan lumayan ya, asal konsisten aja,” ujarnya.

Mengisi Waktu Luang, Mengais Rezeki di Dunia Digital

Tak hanya Ley dan Ibrahim, Baim, seorang pekerja swasta yang juga seorang pengemudi ojek online, turut bergabung dalam tren mengamen online ini. Bersama rekannya, Baim yang mengenakan pakaian sederhana terlihat antusias bernyanyi lagu-lagu dangdut. Meski bukan penyanyi profesional, ia tetap semangat menghibur penonton daringnya di TikTok.

“Daripada nongkrong nggak jelas, mending di sini. Siang kerja narik penumpang, malam live di TikTok. Jadi lebih bermanfaat,” ujar Baim, yang dalam dua minggu bisa mengumpulkan hingga Rp100 ribu per malam.

Penghasilan itu ia bagi dengan temannya, yang menjadi partner live-nya.

Menurut Baim, meski hanya penghasilan tambahan, uang dari live TikTok sudah cukup untuk membeli keperluan sehari-hari. Ia berharap bisa terus konsisten di dunia ini, karena jumlah pengikutnya yang terus bertambah menjadi motivasi tersendiri baginya.

Ampera: Dari Ikon Kota Menjadi Tempat Berkreasi Anak Muda

Kini, Jembatan Ampera bukan hanya ikon Palembang, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan berkreasi bagi anak muda. Dengan beragam alat seperti mikrofon, tripod, dan ponsel, mereka hadir membawa bakat musik dan berinteraksi dengan penonton daring dari berbagai kota di Indonesia, bahkan mancanegara.

Meski terkadang harus menahan komentar negatif dari penonton atau berhadapan dengan tantangan cuaca, para pengamen online di Jembatan Ampera ini tetap semangat. Mereka tak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan ikon kota mereka kepada dunia. Berkat semangat kreatif ini, Ampera menjadi saksi dari transformasi anak muda Palembang, yang mampu memanfaatkan media sosial untuk berbagi bakat, sekaligus mengais rezeki dengan cara yang tak terduga.[AYK]

Jembatan Ampera Palembang TikTok
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHerman Deru Minta Restu Jokowi, Pengamat: Bentuk Kekhawatiran dan Upaya Saingi Kedekatan Matahati dengan Prabowo
Next Article Harapan LDII Muba untuk Pemimpin Amanah di Pilkada Mendatang Ada pada Lucianty
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?