RELUNG.ID – Kekecewaan warga Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terhadap lambannya pembangunan Jembatan P6 akhirnya memuncak. Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) dari Dapil IX, M. Hasan Haikal, mengecam keras mandeknya proyek yang dijanjikan rampung sejak Desember 2025 itu.
Jembatan P6, yang menjadi akses vital penghubung antarwilayah, ambruk pada Agustus 2024 setelah ditabrak tongkang batubara. Sejak saat itu, aktivitas warga terhambat total. Meski pihak asosiasi angkutan batubara dan perusahaan terkait pernah berjanji akan memperbaikinya, hingga kini tak ada tanda-tanda pengerjaan di lapangan.
“Janji mereka tinggal janji. Pemerintah daerah dan masyarakat jelas dirugikan. Ini seperti di-PHP,” tegas Haikal dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (20/10/2025).
Menurut Haikal, DPRD Muba sebenarnya sudah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dan melaporkan hasilnya ke Pemerintah Provinsi Sumsel untuk ditindaklanjuti. Namun, kenyataan di lapangan nihil.
“Tidak ada pergerakan sama sekali, bahkan plang proyek pun tak terlihat,” ujarnya geram.
Haikal memperingatkan, kesabaran warga Sungai Lalan hampir habis. Jika tak ada langkah konkret dari pemerintah maupun pihak perusahaan, warga berencana memblokade jalur sungai agar tongkang batubara tak lagi bisa melintas.
“Sudah lebih dari setahun masyarakat menderita. Kalau tidak ada kejelasan, warga siap bertindak,” tandasnya.
Ia mendesak Pemprov Sumsel segera memanggil kembali pihak asosiasi batubara dan memastikan ada sanksi tegas bagi perusahaan yang ingkar janji.
“Jangan biarkan warga terus jadi korban. Pemerintah harus menunjukkan wibawanya,” tutup politisi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) itu. [THQ]

