RELUNG.ID – Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad kembali melakukan penyegaran di tubuh birokrasi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Sebanyak 22 pejabat dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Rabu (17/12) sore di Ruang Rapat Madani.
Pelantikan tersebut meliputi pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi. Rinciannya, empat pejabat Eselon II dan 18 pejabat Eselon III.
Dalam sambutan yang bernada keras dan penuh penekanan, Joncik Muhammad meminta aparatur sipil negara (ASN) meninggalkan pola pikir lama yang membelah instansi menjadi “tempat basah” dan “tempat kering”. Menurutnya, stigma tersebut tidak relevan dan justru merusak kinerja birokrasi.
“Tidak ada istilah tempat basah atau tempat kering. Semua OPD sama. Yang menentukan maju atau tidaknya sebuah OPD adalah siapa yang memimpinnya,” tegas Joncik.
Ia menantang para pejabat yang baru dilantik untuk tidak sekadar menempati jabatan, melainkan mampu menghadirkan inovasi dan terobosan nyata di tengah keterbatasan anggaran dan kompleksitas persoalan daerah.
“Kalau kepalanya kreatif dan inovatif, di mana pun bisa menjadi ladang untuk membangun daerah,” ujarnya.
Joncik menegaskan, mutasi bukanlah hukuman maupun hadiah, melainkan bagian dari upaya memperkuat mesin birokrasi agar lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil. Ia meminta seluruh pejabat baru bekerja cepat dan menunjukkan kinerja terukur demi kemajuan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Empat Lawang Soleha Apriani menjelaskan, pergeseran jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi. Ia berharap rotasi ini mampu memunculkan energi baru dalam pelayanan publik.
Beberapa pejabat yang mengalami pergeseran jabatan antara lain Kepala Dinas Kominfo M Azhari yang dipindahkan ke Dinas Perpustakaan, serta Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Iqbal Tawakal yang menempati posisi baru sebagai Kabid Penempatan Tenaga Kerja.
“Mutasi ini diharapkan mampu memperkuat kinerja OPD dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Soleha.
Ia menekankan pentingnya adaptasi cepat dan akselerasi program kerja di masing-masing instansi. Kreativitas, menurutnya, menjadi kunci utama agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks. (KPB)

