RELUNG.ID — Pertumbuhan jumlah pemain judi online di Palembang mengalami lonjakan signifikan seiring dengan kemajuan digitalisasi dan akses keuangan yang semakin mudah.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) per Desember 2023, Palembang mencatat angka tertinggi di Sumsel, dengan 40.470 orang terlibat dalam aktivitas judi online, dan total transaksi mencapai Rp214 miliar.
Mayoritas pemain berasal dari kalangan pekerja swasta dan laki-laki. Secara nasional, jumlah pemain judi online mencapai 2,37 juta orang dengan total transaksi sekitar Rp600 triliun hingga Maret 2024.
Selain Palembang, beberapa wilayah di Sumsel yang juga memiliki tingkat keterlibatan tinggi dalam judi online adalah Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.
Aktivitas ilegal ini sering kali dikaitkan dengan pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong yang memperburuk ketergantungan masyarakat terhadap perjudian.
Direktur Utama BSB, Achmad Syamsudin, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan pihak berwenang untuk memberantas aktivitas judi online.
“Kami berinisiatif untuk memberantas judi online melalui kerja sama antara lembaga keuangan dan pihak berwenang. Ini penting untuk menjaga integritas sektor perbankan dan melindungi masyarakat dari dampak negatif perjudian,” ungkap Achmad Syamsudin.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel dan Bangka Belitung, Arifin Susanto, dan Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi Muslim, yang menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pengawas dan perbankan sangat penting untuk mencegah praktik judi online yang merugikan masyarakat.
“OJK telah memblokir 7.599 rekening mencurigakan yang terkait dengan aktivitas ini hingga Oktober 2024,” kata dia.[AYK]

