RELUNG.ID — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan kembali menggelar Kadin Sumsel Expo ke-3 di Transmart Palembang, Selasa (21/10/2025). Ajang ini menjadi simbol nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi Sumsel menuju kemandirian dan pemerataan pembangunan.
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Ketua Umum Kadin Sumsel Affandi Udji. Hadir pula para bupati/walikota se-Sumsel, Forkopimda, asosiasi pengusaha, serta pengurus Kadin dari 17 kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Anindya menilai Kadin Sumsel Expo mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, inovasi dan inklusivitas yang ditampilkan para pelaku usaha merupakan kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya melihat upaya kolaboratif di Kadin Sumsel Expo ini luar biasa. Ada pameran, dapur MBG, hingga solusi inovatif lainnya. Semua ini menjadi modal penting menuju kemajuan bersama,” kata Anindya.
Ia juga menyoroti capaian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Kadin, di mana dari target 1.000 dapur, kini telah terealisasi 500.
“Kadin mendukung target nasional 30.000 dapur MBG. Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Anindya menegaskan bahwa Sumsel memiliki potensi besar di sektor batubara, kelapa sawit, dan industrialisasi. Karena itu, Kadin siap bersinergi dengan pemerintah daerah melalui skema public-private partnership (PPP) dalam proyek strategis seperti pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.
“Kadin adalah wadah gotong royong antara pelaku usaha pusat dan daerah, sebagaimana mandat undang-undang untuk mewujudkan ‘Indonesia Incorporated’,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya peran Kadin dalam meratakan pertumbuhan ekonomi nasional yang masih terpusat di Pulau Jawa.
“Dari 100 persen perputaran ekonomi Indonesia, 56 persen masih di Jawa, sementara Sumatera hanya 22 persen. Padahal kita punya sumber daya yang besar. Kadin harus jadi penggerak untuk mengubah peta ini,” ujarnya.
Deru juga meminta dukungan Kadin dalam dua agenda penting lainnya: suksesnya program 100 ribu Sultan Muda Sumsel yang berfokus pada pengembangan wirausaha muda, serta percepatan pembangunan kawasan Pelabuhan Tanjung Carat.
“Pelabuhan tanpa aktivitas industri tidak ada gunanya. Saya ingin Kadin hadir dan berinvestasi di kawasan itu,” tegasnya.
Ketua Kadin Sumsel Affandi Udji menambahkan, Expo tahun ini bukan hanya etalase potensi ekonomi, tapi juga sarana memperluas jejaring antar pelaku usaha, UMKM, akademisi, dan masyarakat.
“Tema Rapimprov kali ini adalah memperkuat peran Kadin Sumsel dalam membangun ekosistem investasi dan pemberdayaan UMKM. Ini bukan slogan, tapi gerakan nyata,” ujar Affandi.
Kadin Sumsel Expo ke-3 berlangsung pada 21–24 Oktober 2025, menampilkan 32 stan, termasuk 24 UMKM, serta berbagai perusahaan yang membuka peluang kerja dalam Job Fair. Selain pameran, kegiatan juga diisi dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan 3.000 paket sembako bersubsidi, layanan administrasi kependudukan, pendaftaran NIB, sertifikat halal, hingga hak kekayaan intelektual.
Melalui ajang ini, Kadin Sumsel menegaskan peran strategisnya sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing.[THQ]

