RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang mencatat prestasi gemilang dalam menjaga keamanan barang milik penumpang.
Sepanjang tahun 2024, sebanyak 68 barang tertinggal di kereta api maupun stasiun berhasil diamankan melalui layanan *Lost and Found*, dengan total nilai mencapai Rp131.143.000.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan bahwa barang-barang yang ditemukan sangat beragam. Mulai dari barang sederhana seperti makanan, minuman, tumbler, dan charger, hingga barang berharga seperti jam tangan, gadget, perhiasan, dokumen penting, bahkan uang tunai.
“Seluruh barang yang berhasil diamankan telah dikembalikan kepada pemiliknya dalam kondisi utuh tanpa ada yang hilang atau rusak,”ujar Aida, Senin (11/2/2025).
Layanan Lost and Found ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya untuk menjaga keamanan barang bawaan para pelanggan. Aida menegaskan bahwa layanan ini bersifat gratis dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang merasa kehilangan barang saat bepergian menggunakan kereta api atau berada di area stasiun.
“Pelanggan yang kehilangan barang dapat melaporkannya melalui Contact Center KAI 121. Kami menyediakan berbagai saluran, mulai dari telepon di 121, WhatsApp di 08111-2111-121, email ke cs@kai.id, hingga akun media sosial resmi @KAI121,”jelas Aida.
Untuk memastikan barang yang tertinggal dapat segera dikembalikan, petugas KAI juga rutin melakukan pengumuman melalui pengeras suara di stasiun. Jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada klaim, barang akan disimpan di Pos Pengamanan dengan label khusus dan dicatat secara rinci dalam Database Lost and Found.
Meskipun KAI memiliki sistem pengelolaan barang hilang yang terorganisir dengan baik, Aida tetap mengimbau para pelanggan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang pribadi mereka, baik saat berada di stasiun maupun selama perjalanan.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, namun tanggung jawab utama untuk menjaga barang pribadi tetap berada di tangan pelanggan. Oleh karena itu, kami mendorong para penumpang untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta,” tambah Aida.
KAI berharap layanan Lost and Found ini dapat meningkatkan rasa aman serta kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api. Kehadiran layanan ini juga menjadi bukti nyata komitmen KAI dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa.
“Layanan ini sejalan dengan misi KAI untuk menghadirkan transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan,” tutup Aida. [THQ]

