RELUNG.ID – Di tengah tingginya mobilitas Lebaran 1447 H/2026, tingkat keterisian kereta api di wilayah Sumatera Selatan ternyata masih menyisakan ruang.
Hingga hari ke-12 masa Angkutan Lebaran, tiket yang terjual baru mencapai 45.100 dari total 65.560 kursi yang disediakan, atau sekitar 52 persen.
Artinya, peluang masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api masih terbuka lebar hingga akhir masa layanan pada 1 April 2026.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut tren penjualan diperkirakan masih akan bergerak hingga puncak arus balik dan akhir cuti bersama pada 24 Maret.
“Antusiasme masyarakat masih akan berlangsung. Kami melihat potensi peningkatan penumpang tetap ada,” ujarnya.
Meski tingkat okupansi belum penuh, performa operasional justru menunjukkan hasil maksimal. KAI mencatat ketepatan waktu (on time performance/OTP) mencapai 100 persen, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Di sisi lain, jumlah penumpang tetap menunjukkan tren naik pada hari Lebaran. Pada 21 Maret 2026 atau hari pertama Idulfitri, tercatat 3.613 penumpang. Sehari berselang, angka tersebut meningkat menjadi 4.118 penumpang.
Kondisi ini menunjukkan pola perjalanan masyarakat yang cenderung tersebar, tidak terkonsentrasi hanya pada satu hari puncak.
Di wilayah Divre III Palembang, terdapat tiga layanan utama yang dioperasikan setiap hari, yakni KA Bukit Serelo (Kertapati–Lubuklinggau PP), KA Ekspres Rajabasa (Kertapati–Tanjung Karang), dan KA Sindang Marga (Kertapati–Lubuklinggau PP).
Selama periode Angkutan Lebaran, rata-rata tersedia 2.980 kursi per hari. Dengan sisa kapasitas yang masih cukup besar, KAI melihat ini sebagai momentum untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal.
“Kami tetap siaga menjaga kualitas layanan. Fokus utama kami memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Aida. (KPB)

