RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang memperketat sistem pengawasan dengan memasang 1.099 kamera CCTV di 67 titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang sekaligus menjaga kelancaran operasional kereta api.
Dari jumlah tersebut, 289 unit dipasang di lintas stasiun Kertapati hingga Lubuklinggau, baik stasiun penumpang maupun stasiun muat bongkar batubara. Sementara 708 unit tersebar di 15 Stasiun LRT Sumsel, termasuk Depo dan Pusat Pengendali LRT. Sisanya, 102 unit dipasang di kantor Divre, Pusat Pengendali Operasi, Klinik Mediska, Depo, hingga kantor UPT Resor.
“Ini bagian dari komitmen KAI untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi penumpang. CCTV ditempatkan di area rawan guna mencegah pencurian, pelecehan seksual, hingga gangguan keamanan lainnya,” tegas Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, Jumat (26/9).
Kamera pengintai itu dipasang di berbagai titik rawan, seperti ruang tunggu, pintu masuk-keluar toilet, area parkir, peron, hingga perlintasan. Bahkan area muat bongkar batubara serta depo sarana juga menjadi perhatian khusus.
Dengan sistem ini, petugas bisa memantau situasi secara real-time dan segera merespons jika terjadi insiden. Rekaman CCTV juga dapat menjadi barang bukti apabila dibutuhkan dalam penyelidikan pihak berwajib.
“Selain untuk keamanan penumpang, pemasangan CCTV juga bertujuan melindungi aset dan fasilitas KAI dari gangguan pihak tak bertanggung jawab. Dengan pengawasan ketat, operasional kereta api bisa berjalan optimal dan terkendali,” ujar Aida. (KPB)

