RELUNG.ID – Memelihara hewan memang banyak sekali dilakukan seseorang. Kondisi itu bisa membuat mereka sangat bahagia karena beragam faktor yang didapatkan mereka.
Namun dilansir dari klikdokter ini 15 deretan penyakit yang kita bisa dapatkan dari hewan peliharaan kalian harus tahu dan waspada. Simak dibawah ini :
1. Toksoplasmosis
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Jenis parasit ini dapat ditularkan ke manusia dan hewan melalui tanah, air, daging, serta kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi.
Sering kali, sumber penularan penyakit akibat hewan peliharaan ini adalah kucing. Namun, kucing yang terinfeksi jarang tampak sakit.
Baca Juga: Ini 7 Bahaya Pelihara Hewan Buas di Rumah
2. Infeksi Cacing Pita
Biasanya cacing pita ditularkan melalui konsumsi daging hewan mentah atau setengah matang yang terinfeksi seperti sapi dan babi. Selain itu, cacing pita juga bisa berasal dari kucing dan anjing jika tidak sengaja menelan kutu yang terinfeksi larva cacing.
Dalam usus manusia, larva akan berkembang menjadi cacing dewasa dan bisa bertahan di dalam usus 12 jari selama bertahun-tahun.
3. Infeksi Cacing Tambang
Parasit usus yang satu ini biasanya ditemukan pada anjing dan kucing. Telur dan larva cacing tambang ditularkan oleh hewan yang terinfeksi melalui tinja.
Manusia dapat terinfeksi apabila melakukan kontak langsung dengan tinja yang berisi telur atau larva cacing, misalnya karena tidak menggunakan alas kaki saat berjalan di luar rumah.
4. Infeksi Cacing Gelang
Cacing gelang ditularkan melalui kotoran hewan dan dalam bentuk ookista atau telur. Jika telur cacing tidak sengaja termakan, cacing akan bertumbuh di dalam usus dan menyebar ke seluruh tubuh.
Namun, penularannya bukan hanya melalui makanan saja. Cacing dalam bentuk larva bisa masuk ke dalam tubuh lewat kulit maupun mata.
5. Leptospirosis
Penyakit akibat hewan peliharaan ini sering disebarkan melalui mamalia berukuran kecil, seperti hamster dan guinea pig. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira yang dapat menulari manusia melalui kontak dengan urine hewan yang terinfeksi.
Baca Juga: 5 Zodiak Punya Cara Unik Bebaskan Diri dari Patah Hati
6. Campylobacteriosis
Campylobacter spp yang menyebar melalui air, makanan yang terkontaminasi (terutama telur dan daging), serta kontak dengan kotoran hewan yang terinfeksi.
Penyakit yang disebabkan oleh binatang peliharaan ini bisa ditularkan lewat anjing, kucing, hamster, dan burung. Hewan bisa saja tanpa gejala, atau hanya mengalami diare ringan. Namun, pada manusia dapat timbul gejala demam, diare, nyeri, serta kram perut.
7. Cryptococcosis
Cryptococcosis disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans, yang dapat ditemukan pada kotoran burung yang terinfeksi. Umumnya, burung yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.
Pada manusia, gejala yang muncul dapat menyerupai pneumonia, yaitu sesak napas, batuk, dan demam. Komplikasi serius, seperti meningitis, dapat muncul pada anak-anak, lansia, serta mereka dengan kekebalan tubuh yang menurun.
8. Salmonellosis
Penyakit akibat hewan peliharaan ini disebabkan oleh bakteri salmonella dan pernah menyebabkan wabah melalui makanan yang terkontaminasi dan telur mentah. Binatang yang terinfeksi penyakit ini (kadal, hamster, kambing, anjing, kucing, ular) tidak memiliki gejala apapun.
9. Psittacosis
Penyakit akibat hewan peliharaan lainnya adalah psittacosis. Penyakit ini disebabkan oleh Chamydia psittaci, bakteri yang ditemukan pada kotoran burung, terutama parkit, macaw dan cockatiel, yang ditularkan ke manusia.
Infeksi pada burung biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, pada manusia bisa muncul gejala batuk kering, lendir berdarah, lemas, demam, nyeri sendi, dan sesak.
10. Demam Q
Bakteri Coxiella burnetii adalah penyebab dari demam Q. Bakteri ini terutama menyerang sapi, domba dan kambing. Namun, bakteri ini bisa juga menginfeksi hewan rumahan.
Organisme ini ditemukan pada susu, urine, dan feses dari binatang yang terinfeksi dan ditularkan ke manusia lewat inhalasi mikroorganisme, gigitan kutu, atau konsumsi produk susu yang tidak terpasteurisasi.
11. Rabies
Rabies adalah penyakit akibat hewan peliharaan yang disebabkan oleh virus rabies. Virus ini dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. Hewan-hewan yang paling sering menularkan rabies, antara lain anjing, kucing, kelelawar, rakun, dan rubah.
Virus rabies menyerang sistem saraf pusat sehingga terjadi kerusakan otak dan pada akhirnya menyebabkan kematian.
12. Demam Kucing
Penyakit akibat hewan peliharaan berikutnya adalah demam kucing. Penyakit ini muncul akibat infeksi bakteri Bartonella henselae pada luka bekas cakaran atau gigitan kucing.
Demam kucing memiliki gejala, berupa demam, nyeri kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, dan penurunan nafsu makan.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Gampang Ngambek, Apa Itu Kalian?
13. Pes
Penyakit pes atau sampar (plague) disebabkan oleh bakteri Yersenia pestis. Penyakit ini ditularkan melalui kutu yang membawa bakteri tersebut dari kucing atau tikus yang terinfeksi.
Gejala penyakit yang disebabkan oleh binatang peliharaan ini berupa demam, anoreksia, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lemas.
14. Kurap
Kurap merupakan penyakit infeksi jamur yang cukup mudah ditularkan dari hewan peliharaan hanya dengan menyentuh hewan atau barang yang terinfeksi. Gejalanya berupa ruam yang menyerupai cincin atau botak pada kulit kepala.
Salah satu penyakit akibat hewan peliharaan ini cukup sering ditemukan pada anak-anak dan menyebabkan area botak.
15. Penyakit Lyme
Penyakit Lyme disebabkan oleh gigitan kutu yang ada pada tikus, burung, dan rusa yang menyerang sistem imun. Setelah digigit, akan muncul ruam merah kecil yang tidak sakit sehingga sering kali tidak disadari oleh kebanyakan orang.
Ruam dapat hilang dalam 1–2 minggu disertai demam tinggi, nyeri otot, dan sendi bengkak. Pada kasus berat bisa terjadi kelumpuhan, meningitis, dan ensefalitis.
Semoga bermanfaat

