Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Kalian Harus Tahu! Ini 5 Jenis Gangguan Kepribadian
Lifestyle

Kalian Harus Tahu! Ini 5 Jenis Gangguan Kepribadian

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda15/10/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Gangguan kepribadian banyak sekali jenisnya, namun seseorang tidak sadar dirinya mengalami salah satu gangguan tersebut. Hal itu berdampak kalian akan kehilangan relasi dan teman.

Dilansir dari halodoc, ini 5 jenis gangguan kepribadian yang harus kalian ketahui. Simak dibawah ini :

1. Antisosial

Jika kamu pernah bertemu seseorang yang sering melanggar peraturan, tidak peduli akan hak orang lain, bahkan mungkin memanfaatkan orang lain demi kepentingan sendiri, kemungkinan besar mereka mengidap gangguan kepribadian antisosial.

Seseorang dengan masalah ini sering kali kurang memiliki empati dan peduli terhadap perasaan orang lain.

Baca Juga: Jangan Jijik! Ini 6 Manfaat Makan Ulat Sagu untuk Kesehatan

2. Narsistik

Kamu mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang terobsesi dengan dirinya sendiri, selalu mencari perhatian, dan merasa bahwa mereka lebih hebat dari orang lain.

Memang benar, orang-orang yang mengidap narsistik sering kali meremehkan orang lain, membutuhkan pengakuan dan pujian, serta tidak mampu memahami perasaan orang lain.

Studi dalam International Journal of Psychology and Psychological Therapy menyebutkan, orang tua dengan gangguan mental ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi mental anak.

Bukan tanpa alasan, ini karena orang tua dengan narsistik akan selalu menganggap dan memperlakukan anak seperti anak kecil meski usianya sudah dewasa.

3. Ambang

Gangguan kepribadian ambang muncul dengan gejala berupa perubahan suasana hati yang intens, hubungan dengan orang lain yang tidak stabil, dan rasa ketidakstabilan dalam identitas diri.

Seseorang dengan gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder cenderung memiliki masalah dalam menjaga hubungan interpersonal yang sehat dan dapat merasakan emosi yang sangat kuat dan cepat berubah.

Baca Juga: Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

4. Paranoid

Selain itu, ada pula gangguan paranoid yang muncul dengan ciri khas kecenderungan untuk merasa dicurigai, tidak mempercayai orang lain, dan selalu menganggap bahwa orang lain memiliki niat jahat terhadap mereka.

Selain itu, pengidap kelainan mental ini juga cenderung selalu waspada dan dapat merasa terancam dalam situasi yang sebenarnya aman.

Mereka juga marah ketika orang lain bertanya tentang dirinya dan enggan memberitahu orang lain tentang pribadinya karena takut akan dimanfaatkan.

Inilah yang membuat pengidap mengalami kesulitan untuk percaya pada orang lain dan menjalin relasi yang positif.

5.Histrionik

Terakhir ada gangguan histrionik yang membuat pengidapnya memiliki hasrat berlebih untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

Pengidap bisa jadi punya kemampuan bersosialisasi yang baik, tetapi mereka cenderung memakai hal tersebut untuk mendapatkan perhatian.

Seseorang dengan gangguan mental ini kerap merasa khawatir akan penampilan diri sendiri. Selain itu, mereka juga kerap mengenakan pakaian yang mencolok untuk mendapatkan perhatian.

Emosi pengidap gangguan histrionik juga berlebihan dan tidak konsisten ketika berbicara.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTagih Utang ke Teman, Pria di OKI Malah Ditembak Mati
Next Article Ini 5 Dampak Buruk Banyak Minum Es Teh Manis
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,882 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,754 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?