Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kampung Kapitan Palembang: Jejak Sejarah Peranakan Tionghoa yang Menyala di Bumi Sriwijaya
Regional

Kampung Kapitan Palembang: Jejak Sejarah Peranakan Tionghoa yang Menyala di Bumi Sriwijaya

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda04/02/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kampung Kapitan Palembang, yang terletak di kawasan 7 Ulu, Foto : Net
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Kampung Kapitan Palembang, yang terletak di kawasan 7 Ulu, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah peranakan etnis Tionghoa di Bumi Sriwijaya.

Bangunan rumah kayu dua tingkat yang berdiri sejak tahun 1644 ini kini diakui sebagai Cagar Budaya, memperkaya kekayaan sejarah Indonesia.

Sebagai wilayah strategis di tepian Sungai Musi Palembang, Kampung Kapitan dahulu menjadi tempat istirahat dan markas pelayar asal Tiongkok.

BACA Juga : Krisis Kemanusiaan di Jalur Gaza: Lebih dari 100 Ribu Orang Terluka, Hilang, atau Meninggal

“Sejarahnya, Kampung Kapitan ini dijadikan markas dan tempat peristirahatan para pelayar dari Cina. Mereka melakukan bisnis perdagangan dengan Kerajaan Sriwijaya,” ujar Hulubalang Kampung Kapitan Palembang, Karim.

Dibangun oleh Mayor Tjoa Kie Tjuan sekitar tahun 1644, Kampung Kapitan menjadi tempat hunian etnis Tionghoa.

Meskipun kini ramai dikunjungi pada momen Imlek dan perayaan penting bagi suku Tionghoa, Kampung Kapitan memiliki sejarah yang melekat sepanjang tahun.

BACA Juga : Insiden Kecelakaan di Sungai Musi, Enam Orang Meninggal dan Hilang

“Dulu di sini jadi wilayah perdagangan. Belanda mempercayakan kepada seorang Mayor atau Kapitan untuk menjaga jalur laut (Sungai) lewat perdagangan dan menarik pajak,” kata Mulyadi, keturunan Tjoa Kie Tjuan ke-14.

Ketika Tjoa Ham Ling, keturunan kedua Tjoa Kie Tjuan, diangkat menjadi Kapitan, lokasi ini cepat dikenal sebagai Kampung Kapitan. Palembang, sebagai pusat perdagangan di wilayah selatan, menjadi destinasi perantau Tiongkok dari Dinasti Ming yang mendirikan kongsi dagang di Kampung Kapitan.

“Orang-orang Tionghoa dari Dinasti Ming lalu dilanjutkan Dinasti Qing memiliki hubungan dagang yang erat di Palembang. Tidak salah jika dikatakan kawasan 7 Ulu yang terletak di Sungai Musi sebagai wilayah jalur perdagangan, dan mereka menetap pertama di sana,” tambahnya.

BACA Juga : Mahasiswi UNSRI Tewas Dibegal saat Pacaran 

Kampung Kapitan Palembang, dengan luas total 1 hektare, telah kokoh berdiri selama 300 tahun. Dengan tiga rumah berbeda fungsi, termasuk rumah khusus tempat ibadah, rumah penyimpanan abu, dan rumah tempat tinggal, Kampung Kapitan menggambarkan kehidupan masa lalu dengan arsitektur limas yang khas.

Garis keturunan Tjoa Kie Tjuan yang telah merantau membuat Kampung Kapitan berdampingan dengan permukiman warga Palembang.

Sementara itu, kawasan ini menjadi destinasi wisata sejarah unggulan, mengajak pengunjung menjelajahi dan menghargai jejak sejarah peranakan Tionghoa yang masih menyala di Bumi Sriwijaya.

Kampung Kapitan Palembang Tionghoa Wisata
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleInsiden Kecelakaan di Sungai Musi, Enam Orang Meninggal dan Hilang
Next Article Kominfo Blokir Ribuan Nomor untuk Kurangi Tindak Penipuan Online
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,860 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,734 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,708 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?