RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tidak hanya menjadi ancaman bagi tutupan lahan.
Kobaran api juga berpotensi mengganggu habitat dan jalur jelajah gajah Sumatra di kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel kini memperketat pengawasan di kawasan tersebut. Pemadaman menjadi prioritas, namun petugas juga memastikan api tidak masuk maupun meluas ke habitat dan koridor gajah.
Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan perlindungan terhadap habitat gajah menjadi perhatian utama dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut.
“Perlindungan habitat gajah dari kebakaran menjadi prioritas seluruh pihak sehingga tim fokus untuk pemadaman dan pencegahan api masuk atau meluas ke habitat/koridor gajah,” ungkap Daniwari, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kondisi gajah binaan di PKG Jalur 21 juga terus dipantau secara intensif. Para mahout bersama tim medis melakukan pengawasan setiap hari untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga selama menghadapi musim kemarau.
“Untuk gajah-gajah binaan di PKG Jalur 21 tetap dilakukan pengawasan intensif setiap hari oleh mahout dan tim medis,” katanya.
Musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan sumber air dan pakan bagi satwa.
Karena itu, pengawasan terhadap gajah dilakukan secara menyeluruh. Tim memastikan kebutuhan nutrisi, suplemen, obat-obatan hingga air tetap terpenuhi.
“Terutama untuk keperluan nutrisi, suplemen, dan obat-obatan serta kebutuhan air pada musim kemarau ini,” ujar Daniwari.
Langkah tersebut dilakukan agar kondisi gajah binaan tetap terjaga meskipun kawasan di sekitarnya menghadapi tekanan akibat cuaca kering dan kebakaran.
Di sisi lain, BKSDA terus memperkuat upaya pencegahan agar firespot yang muncul tidak berkembang dan mengarah ke kawasan habitat gajah.
Pengawasan terhadap kawasan SM Padang Sugihan telah diperkuat sejak awal Agustus. BKSDA Sumsel menempatkan tujuh posko pengendalian karhutla di dalam kawasan konservasi.
Posko tersebut disiagakan selama 24 jam. Personel melakukan patroli sekaligus memantau kemungkinan munculnya titik api baru.
“Ada tujuh posko yang berada di kawasan. Semua siaga 24 jam untuk melakukan patroli dan mencegah firespot,” jelasnya. (THQ)

