RELUNG.ID — Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih terus dilakukan. Tiga helikopter dikerahkan untuk menyiram area yang terbakar, terutama di sekitar permukiman warga.
“Pemadaman lanjutan karhutla masih dilakukan di Tulung Selapan, OKI. Pemadaman pada Kamis (24/10) dilakukan oleh tiga helikopter yang melakukan 85 kali water bombing,” kata Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sabtu (26/10/2024).
Karhutla yang mulai mendekati area permukiman warga dioptimalkan untuk segera dipadamkan. Sebagian besar lahan yang terbakar berhasil dijauhkan dari permukiman, meskipun asap masih terlihat mengepul di beberapa titik lain yang belum berhasil dipadamkan.
“Pemadaman lanjutan di wilayah itu akan dilakukan kembali hari ini karena masih ada asap di sekitar permukiman,” ujarnya.
Selain di OKI, pemadaman lanjutan juga dilakukan di Gelumbang, Muara Enim. Satu helikopter dikerahkan untuk melakukan 25 kali water bombing di area yang terbakar. Sudirman menambahkan bahwa, secara keseluruhan, empat helikopter telah melakukan 110 kali water bombing di kedua wilayah ini.
Di sisi lain, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyebutkan bahwa 50% wilayah Sumsel sudah memasuki musim hujan sejak awal Oktober. Namun, wilayah lain masih dalam masa peralihan.
Dia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan puting beliung.
“Curah hujan intensitas sedang hingga lebat dapat memicu genangan di perkotaan dan meningkatkan potensi longsor di area lereng serta kenaikan muka air sungai di DAS saat hujan berlangsung lebih dari satu jam,” jelasnya.[AYK]

