RELUNG.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI). Hingga awal Juli 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 25,65 hektare, tersebar di sembilan titik di sejumlah kecamatan.
Dugaan kuat mengarah pada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Dari hasil pantauan di lapangan, petugas menemukan karung pupuk di area yang terbakar, yang mengindikasikan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar untuk dibuka menjadi lahan pertanian.
“Kami sering menemukan tumpukan pupuk di lokasi pascakebakaran. Ini menjadi indikasi kuat bahwa lahan itu akan diolah warga untuk bercocok tanam. Kejadian terbanyak juga berlangsung saat sore hingga malam hari,” ungkap Kepala BPBD Ogan Ilir, Edy Rahmad, pada Senin (7/7/2025).
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Ogan Ilir telah menggencarkan patroli darat dan udara, serta melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mereka juga bersinergi dengan aparat kepolisian dalam upaya penegakan hukum.
“Bersama Polres Ogan Ilir, kami sudah melakukan police line di sejumlah lokasi kebakaran agar tidak dimanfaatkan secara ilegal oleh masyarakat untuk bertani,” tegas Edy.
Untuk mengantisipasi semakin meluasnya karhutla, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah menetapkan status Siaga Darurat sejak Mei 2025. Penetapan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana yang kian meningkat.
BPBD berharap dengan status siaga ini, masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, demi menghindari bencana asap serta kerusakan ekosistem yang lebih besar.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga kesehatan dan produktivitas masyarakat ke depan,” pungkas Edy.[THQ]

