RELUNG.ID – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan sepanjang 2025 memang mengalami penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya, namun sejumlah daerah masih tercatat sebagai wilayah rawan. Data menunjukkan total lahan terbakar mencapai 5.939,8 hektare, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah paling terdampak.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan mineral, yakni seluas 5.558,2 hektare, sementara lahan gambut tercatat 381,6 hektare. Kondisi ini menandakan bahwa ancaman karhutla tidak hanya terkonsentrasi di kawasan gambut, tetapi juga meluas ke lahan kering.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode 2023–2024, namun masih lebih tinggi jika dibandingkan 2020–2022.
“Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total luas karhutla di Sumsel mencapai hampir 6 ribu hektare,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Dari data tersebut, tiga kabupaten menyumbang luasan karhutla terbesar, yakni OKI dengan 1.361,9 hektare, Musi Banyuasin 986 hektare, dan Ogan Ilir 980,4 hektare. Khusus di OKI, kebakaran terjadi baik di lahan gambut maupun mineral, menjadikannya wilayah dengan tingkat kerawanan paling kompleks.
Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti OKU, Musi Rawas, Muratara, hingga Empat Lawang juga mencatat kebakaran dengan skala ratusan hektare. Di sisi lain, Prabumulih menjadi satu-satunya daerah yang tidak terpantau mengalami karhutla sepanjang 2025.[THQ]

