Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Karhutla Sumsel 2025 Tembus 702 Kasus: Ogan Ilir, Muba, dan OKI Jadi Episentrum Asap
Regional

Karhutla Sumsel 2025 Tembus 702 Kasus: Ogan Ilir, Muba, dan OKI Jadi Episentrum Asap

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda20/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Tim Gabungan saat memadamkan karhutla di Muara Enim. Foto : BPBD Muara Enim
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali meningkat tajam pada musim kemarau tahun ini. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, hingga pertengahan Oktober 2025 telah tercatat 702 kejadian karhutla di seluruh wilayah provinsi, menandakan tren lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Tiga kabupaten tercatat sebagai wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni Ogan Ilir, Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ilir (OKI). Ketiganya selama ini dikenal sebagai kawasan dengan kombinasi lahan mineral dan gambut yang mudah terbakar.

“Total 702 kasus hingga 16 Oktober 2025. Di Ogan Ilir ada 134 kejadian, Muba 132 kejadian, dan OKI 124 kejadian,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Sabtu (18/10/2025).

Selain tiga kabupaten tersebut, empat wilayah lain juga masuk kategori zona merah karena mencatat lebih dari 30 kasus, yaitu Banyuasin (91 kasus), Muara Enim (69 kasus), PALI (59 kasus), dan Musi Rawas (41 kasus).

“Zona merah ini menjadi perhatian utama kami karena potensi penyebaran api sangat cepat. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan perkebunan, semak belukar, dan lahan tidur,” kata Sudirman.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca kering ekstrem serta angin kencang mempercepat proses penyebaran titik api. BPBD bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni terus melakukan patroli darat dan udara untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan, total lahan terbakar di Sumsel mencapai 4.859 hektare sepanjang Januari–September 2025.

Wilayah terluas berada di Musi Banyuasin (856 hektare) disusul OKI (598 hektare) dan Ogan Ilir (520 hektare). Sisanya tersebar di kabupaten lain seperti OKU, Musi Rawas, dan Muara Enim.

“Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan mineral, namun ada juga lahan gambut terutama di OKI dan Banyuasin,” kata Ferdian Kristanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera.

Pemerintah Provinsi Sumsel telah mengaktifkan status siaga darurat karhutla sejak Agustus 2025. Lebih dari 1.200 personel gabungan disiagakan di titik-titik rawan, dengan dukungan empat helikopter water bombing.

Selain penanganan lapangan, Pemprov juga menggencarkan program Desa Peduli Api dan memperkuat sistem peringatan dini berbasis citra satelit.

“Penegakan hukum juga kami dorong. Setiap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi, akan kami proses sesuai aturan,” tegas Sudirman.

Meski jumlah titik panas terus meningkat, Pemprov Sumsel optimistis bencana asap besar seperti tahun-tahun sebelumnya bisa dicegah. Edukasi masyarakat dan pengawasan ketat di lahan perkebunan dinilai menjadi kunci utama.

“Pencegahan tetap lebih penting dari pemadaman. Sekali api muncul, butuh biaya besar dan waktu panjang untuk memadamkannya,” kata Sudirman.[THQ]

Karhutla Muba Ogan Ilir OKI Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleViral Penginapan Atlet Porprov XV, Pemprov dan Panitia Klarifikasi
Next Article Ular Kobra Sepanjang Satu Meter Hebohkan Warga di Lubuklinggau
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?