Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kasus Flu Singapura di Sumsel Tembus 523, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala pada Anak
Regional

Kasus Flu Singapura di Sumsel Tembus 523, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala pada Anak

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda29/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Flu Singapura atau *Hand, Foot and Mouth Disease* (HFMD). Hingga pekan ke-23 tahun 2026, jumlah kasus yang tercatat di Sumsel telah mencapai 523 penderita dengan tren peningkatan yang mulai terlihat sejak pertengahan April.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan lonjakan kasus mulai terjadi pada pekan ke-16 setelah sebelumnya jumlah penderita relatif rendah.

“Pada pekan 1 sampai 15, jumlah kasus hanya berkisar antara satu hingga 19 orang setiap pekan. Namun sejak pertengahan April angkanya meningkat dan terus bertahan di kisaran puluhan kasus,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Menurut Ira, HFMD merupakan penyakit musiman yang umumnya meningkat saat masa peralihan musim maupun musim kemarau. Pada periode tersebut, aktivitas anak-anak di ruang tertutup berpendingin udara dan area bermain dalam ruangan turut meningkatkan risiko penularan.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 102 kasus. Disusul Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 75 kasus, Musi Banyuasin 61 kasus, Prabumulih 58 kasus, serta Lahat dan Muara Enim masing-masing 54 kasus. Sementara Lubuklinggau mencatat 49 kasus, sedangkan kabupaten dan kota lainnya melaporkan jumlah kasus yang lebih sedikit.

Ira menjelaskan, HFMD merupakan penyakit akibat infeksi virus yang paling sering menyerang bayi dan anak usia di bawah tujuh tahun. Meski demikian, orang dewasa juga dapat tertular, terutama jika tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Gejala penyakit ini umumnya diawali dengan demam, sariawan pada lidah, gusi atau bagian dalam pipi, disertai munculnya ruam atau bintil pada telapak tangan, telapak kaki, sekitar mulut hingga bokong. Anak juga dapat mengalami nyeri tenggorokan dan kehilangan nafsu makan.

“Masa inkubasi berlangsung sekitar tiga sampai enam hari setelah terpapar virus. Jika anak terlihat sangat lemas, mengalami kejang, sesak napas, atau tangan dan kaki terasa dingin, segera bawa ke rumah sakit karena bisa menjadi tanda komplikasi serius,” jelasnya.

Penularan HFMD terjadi melalui kontak langsung dengan air liur, cairan hidung, cairan lepuhan, maupun feses penderita. Karena itu, penyebaran penyakit ini relatif cepat, terutama di lingkungan sekolah, tempat penitipan anak, dan area bermain.

Untuk mencegah penularan lebih luas, Dinas Kesehatan mengimbau anak yang terinfeksi beristirahat di rumah selama tujuh hingga sepuluh hari atau hingga demam hilang dan bintil mengering.

Selain itu, masyarakat diminta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, membersihkan mainan dan benda yang sering disentuh, serta menghindari kontak erat dengan penderita.

“Jika anak mulai menunjukkan gejala HFMD, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan sedini mungkin dan tidak menularkan kepada anak lainnya,” pungkas Ira.[THQ]

Dinkes Flu Singapura Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleElly Sugigi Jalani Operasi Plastik Hidung, Akui Lelah Dihina karena Fisik
Next Article RedMagic Astra 2 Dipastikan Meluncur Global, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,888 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,760 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,734 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?