RELUNG.ID – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, hingga kini masih belum menemukan titik terang. Dinas Kesehatan Sumsel menyebut kepastian penyebab baru bisa diketahui setelah hasil uji laboratorium keluar sekitar 14 September 2025.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumsel, Dedy Irawan, menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui metode kultur untuk memastikan ada atau tidaknya mikroorganisme berbahaya dalam sampel.
“Informasi dari Dinas Kesehatan OKI, pengujian dilakukan dengan kultur di laboratorium. Hasilnya memang butuh waktu, biasanya sekitar 10 hari,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, uji kultur merupakan metode dengan cara menumbuhkan mikroorganisme, seperti bakteri, dari sampel yang diambil. Dari hasil tersebut dapat diketahui jenis infeksi yang ada sekaligus dasar penentuan penanganan medis.
Sejumlah sampel telah dikirim sejak 4 September lalu ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang. Sampel itu meliputi muntahan siswa, menu MBG berupa soto, serta air yang digunakan untuk memasak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski penyebab pasti belum diketahui, Dedy memastikan kondisi seluruh siswa yang sebelumnya mengalami gejala keracunan sudah pulih.
“Alhamdulillah, 80 siswa yang sempat dirawat kini dalam keadaan sehat dan tidak ada keluhan lagi,” katanya.

