RELUNG.ID – Kemunculan varian baru influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut “super flu” di Sumatera Selatan dinilai masih dalam kondisi terkendali. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menyebut, hingga kini tidak ada lonjakan kasus lanjutan setelah lima kasus terdeteksi pada Oktober 2025.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Darsono, menjelaskan bahwa meski varian tersebut dikenal memiliki tingkat penularan yang cepat, tren data kesehatan di Sumsel justru menunjukkan situasi yang stabil. Tidak adanya penambahan kasus dinilai menjadi indikator positif.
“Secara teori, jika penularannya tinggi, seharusnya ada kenaikan kasus. Namun sampai sekarang, tidak ada tambahan laporan dalam sistem pencatatan penyakit menular,” kata Darsono, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, pengalaman panjang masyarakat menghadapi pandemi COVID-19 turut membentuk kekebalan kolektif yang lebih baik. Pola hidup sehat yang kini lebih melekat di masyarakat disebut menjadi salah satu faktor yang menahan laju penyebaran virus baru tersebut.
Meski demikian, kami tetap mengingatkan agar kewaspadaan tidak kendor, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta. Super flu tetap memiliki gejala layaknya influenza pada umumnya, namun bisa berisiko jika menyerang individu dengan daya tahan tubuh lemah,”kata dia.
Darsono mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat. Ia juga menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk penggunaan masker saat sakit, menjaga asupan gizi, serta istirahat yang cukup.[THQ]

