RELUNG.ID – Kondisi kawasan Pasar 16 Ilir Palembang yang kerap mengalami gangguan keamanan kini menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Hal ini demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung di Pasar 16 Ilir Palembang ini.
Demikian terungkap dalam pembahasan penataan di Kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, Senin (14/4).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, dirinya telah memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan regulasi, dasar hukum pemetaan Pedagang Kaki Lima (PKL), termasuk pembagian tugas dan lain sebagainya.
“Saya kasih waktu dalam dua hari untuk menyelesaikannya khusus masalah regulasi berupa perwali atau SK yang berkaitan dengan para pedagang,” katanya.
Hal ini dilakukan agar kawasan Pasar 16 dan Ampera bisa lebih tertib. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang juga akan mendirikan pos terpadu di kawasan tersebut yang terdiri dari anggota Dishub, Sat Pol PP hingga TNI dan Polri.
“Saya minta nanti ada polisi wisata secara mobile 24 jam, termasuk ada petugas yang memberikan edukasi kepada pengamen dan lain sebagainya. Begitu juga dengan layanan pengaduan,” kata dia.
Tak hanya mendirikan pos terpadu, pihaknya juga telah memerintahkan Dinas Komifo untuk memasang beberapa CCTV, sementara ini di tiga titik.
“Jadi bisa dimonitor petugas Pol PP yang disana, namun tetap dengan pendekatan yang humanis sehingga dibawah Ampera ini nyaman dan aman,” bebernya.
Berkaitan dengan penataan PKL, Ratu Dewa mengupayakan agar para PKL memiliki tempat yang representatif dan memerintahkan PD Pasar jangan asal gusur.
“Saya sudah minta dengan PD Pasar supaya mereka (pedagang) tetap dicarikan solusi diajak dialog bersama asosiasinya,” pungkasnya. (LWM)

