RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah mengambil langkah tegas dengan meningkatkan status wilayah mereka menjadi tanggap darurat bencana asap.
Hal ini menyusul peningkatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Penetapan status tanggap darurat bencana asap ini berdasarkan keputusan Bupati OKI nomor: 382/KEP/BPBD/2023, Rabu 30 Agustus 2023.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1092: Hadapi Kizaru Luffy Keluarkan Gear 4
“Peningkatan status ini untuk memfokuskan upaya pengendalian karhutla khususnya di OKI,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Rabu (13/9).
Dalam pencegahan dan pengendalian, tidak hanya personel BPBD termasuk juga dengan Manggala Agni yang akan terlibat aktif.
Tak hanya itu, dengan naiknya status ini maka seluruh upaya akan terkonsentrasi di OKI, termasuk dengan dukungan dana.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1092: Marijoa Diamuk Kuma!
Pemerintah daerah dapat mengeluarkan dana tanggap darurat berdasarkan status ini,” terangnya.
Dia mencatat, hingga saat ini setidaknya ada 2.625 hektare yang terbakar di OKI. Dimana, rinciannya 1.639 hektar lahan mineral dan 985,9 hektar lahan gambut.
Penyebab meluasnya kebakaran di Kabupaten OKI adalah karena Hari Tanpa Hujan (HTH) telah berlangsung lebih dari 60 hari.
Baca Juga: BMW, Ford, dan Honda Bersatu dalam Membentuk Perusahaan Vehicle-To-Grid, ChargeScape
“Hingga saat ini belum ada kabar resmi daerah lainnya yang menaikkan status terkait karhutla ini,” terangnya.
Dia menambahkan, saat ini ada beberapa lahan di Sumsel juga kembali terbakar. Khususnya di pinggiran jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra).
“Karhutla ini sempat padam tadi malam, tapi hari ini terbakar lagi, dan tim tengah berupaya untuk melakukan pemadaman,” pungkasnya.

