RELUNG.ID – Kecelakaan kereta api mematikan terjadi di India pada Jumat malam waktu setempat.
Kecelakaan kereta api ini membuat 280 orang dilaporkan tewas dan 850 penumpang lainnya luka-luka.
Hingga kini, petugas keselamatan setempat dilaporkan terus berupaya untuk melakukan evakuasi puing-puing dari kereta api tersebut.
Baca Juga: Muba Dapat Kucuran APBN Rp60 Miliar untuk Perbaikan Jalan
Kecelakaan kereta ini terjadi antara dua kereta penumpang dan kereta barang yang terparkir di dekat Balasore di Negara Bagian Timur Odisha.
Direktur Jenderal Dinas Pemadam Kebakaran Odisha, Sudhanshu Sarangi mengatakan, pihaknya mencatat hingga kini jumlah korban tewas mencapai 288 orang.
Pihaknya pun masih melakukan penyelamatan di lokasi kecelakaan. “Banyak korban mengalami luka-luka serius,” katanya dikutip dari berbagai media, Sabtu (3/6).
Sementara itu, Kepala Sekretaris Negara Bagian Odisha, Pradeep Jena menambahkan saat ini sekitar 850 penumpang yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit, yang berjarak 200 kilometer dari ibukota negara bagian Bhubanswar.
“Saat ini prioritas utama kami yaitu menyelamatkan para penumpang dan memberikan bantuan kesehatan kepada para korbannya,” ujarnya.
Di tempat terpisah, melalui twitternya, Pernana Menteri India, Narendra Modi mengatakan dirinya sangat sedih dan berduka atas kecelakaan kereta api yang terjadi di India.
Baca Juga: Pesan Pencipta One Piece untuk Mangaka Muda: Fokuslah Ilustrasi yang Mudah Dimengerti!
Dia pun menuliskan, telah berbicara dengan Menteri Perkeretaapian, Ashwini Vaishnaw untuk segera mengambil tindakan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perkeretaapian, Ashwini Vaishnaw mengaku akan mengerahkan semua tenaga yang dibutuhkan untuk operasi penyelamatan.
Untuk diketahui, tragedi kereta api kali ini merupakan kecelakaan mematikan yang terjadi sejak 20 tahun terakhir.
Baca Juga: Drakor ‘dr Romantic 3’ Bertahan Diposisi Pertama Rating Penonton Tertinggi
Kecelakaan kereta api mematikan juga sempat terjadi pada tahun 1981. Dimana, kereta api tergelindir dan jatuh ke Sungai hingga menewaskan penumpang hingga 800 orang.

