RELUNG.ID – Penyanyi sekaligus dokter Teuku Adifitrian, atau yang lebih dikenal dengan nama Tompi, resmi keluar dari keanggotaan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI).
Keputusan ini diambil sebagai bentuk kekecewaannya terhadap kinerja lembaga tersebut dalam mengelola dan mendistribusikan royalti musik.
Melalui unggahan di media sosial, Tompi mengungkapkan bahwa ia telah meminta manajernya, Natalia, untuk memproses pengunduran diri dari WAMI.
“Jadi per kemarin saya sudah minta manajer saya @natalia_281 untuk keluar dari keanggotaan WAMI,” tulisnya, Selasa (12/8/2025).
Tompi menuturkan ketidakpuasannya terhadap penjelasan WAMI soal mekanisme perhitungan dan pembagian royalti.
Dia menyebut persoalan serupa sudah menjadi bahan diskusi sejak ia masih sering berdialog dengan mendiang Glenn Fredly.
“Dulu sama Glenn saya berapa kali diskusi tentang LMK, ngutip, dan ngebagi royalti dari konser. Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanyai,” ungkapnya.
Menurutnya, jawaban yang diberikan pihak LMK kerap tidak masuk akal. “Emang ngitungannya gimana? Ngebaginya atas dasar apa? Jawaban yang nggak masuk akal sehat saya. Dan semakin ke sini kok semakin kisruh aja,” tambahnya.
Bersamaan dengan keluarnya dari WAMI, Tompi memutuskan untuk membebaskan penggunaan lagu-lagu karyanya.
Dia juga memperbolehkan siapa pun membawakan lagunya di panggung konser maupun di kafe, tanpa perlu membayar royalti.
“Silakan yang mau menyanyikan lagu-lagu saya di semua panggung pertunjukan konser dan kafe. Mainkan, saya tidak akan ngutip apa pun sampai pengumuman selanjutnya,” tulis Tompi. (LWM)

