RELUNG.ID – Tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai lebih dari 90 persen pada hari pertama kerja pascalibur Lebaran 2025. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, Senin (7/4/2025).
“Berdasarkan laporan yang kami terima, tingkat kehadiran ASN hari ini di atas 90 persen,” ujar Edward di Palembang.
Meski angka kehadiran cukup tinggi, Edward mencatat masih ada sekitar 50 ASN eselon III dari total 300 orang yang tidak hadir. Untuk itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) diminta segera mendata alasan ketidakhadiran para ASN tersebut.
“Kami meminta BKD mendata secara rinci alasan para ASN yang tidak masuk kerja hari ini,” jelasnya.
Edward menegaskan, ASN yang tidak hadir tanpa alasan jelas akan dikenakan pemotongan tunjangan kinerja (Tukin) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Setiap hari tidak hadir akan dipotong 3 persen dari komponen disiplin. Tidak apel pagi juga akan dipotong 2 persen,” kata Edward.
Sementara itu, tenaga honorer yang tidak hadir tidak dikenakan potongan, tetapi pengawasan terhadap mereka tetap akan dilakukan oleh masing-masing OPD.
“Meski tidak ada potongan bagi honorer, pengawasan tetap kami minta dilakukan dengan ketat oleh masing-masing OPD,” tambahnya.
Edward berharap kehadiran tinggi ini menjadi indikator semangat kerja ASN pascalibur panjang. Ia juga mengingatkan bahwa disiplin adalah bagian penting dalam pelayanan publik yang harus dijaga setiap saat.
Pemprov Sumsel terus mendorong budaya disiplin di kalangan ASN melalui pengawasan ketat dan penerapan sanksi bagi pelanggar. Dengan langkah ini, diharapkan kinerja pemerintah tetap optimal, meskipun baru saja melewati periode libur panjang.[THQ]

