RELUNG.ID — Kemacetan parah melanda jalur lalu lintas Palembang-Betung, memaksa pemudik untuk menginap di pinggir jalan karena kendaraan mereka tidak dapat bergerak.
Kondisi ini telah terjadi sejak Jumat sore kemarin dan hingga hari ini mencapai 23,1 kilometer. Pemudik seperti Muis (26) dan Alwi (32) mengungkapkan kesulitan mereka dalam menghadapi kemacetan ini.
Muis, yang hendak mudik ke kampung halaman di Jambi, mengatakan bahwa kondisi kemacetan hampir terjadi setiap tahun karena jalan yang sempit di simpang Betung serta kelalaian pemudik dalam berlalu lintas.
“Kami menginap di mobil dari semalem, jalan benar-benar tidak bergerak. Mesin mobil sampai panas,”kata Muis, melalui sambungan telepon, Sabtu (6/4/2024).
Muis adalah warga Palembang yang tinggal di Jambi dan hendak mudik ke kampung halaman. Kondisi kemacetan ini menurutnya hampir terjadi tiap tahun. Hal itu disebabkan karena kondisi jalan di simpang Betung yang sempit serta kendaraan para pemudik yang tidak tertib berlalu lintas.
“Bahkan sekarang kondisinya sudah tiga jalur,mungkin buka puasa di jalan lagi ini,”ujarnya.
Sementara itu, Alwi menjelaskan bahwa kemacetan di Betung tidak bisa dihindari karena merupakan jalur satu-satunya ke Palembang, dan alternatif lain akan memperpanjang perjalanan.
“Jalurnya tambah jauh lagi walaupun memutar lewat PALI, jadi terpaksa hanya lewat sini,”kata Alwi.
Alwi pun sudah terjebak kemacetan di Betung sejak pagi tadi bersama keluarganya. Sampai siang ini kondisi jalan masih terjadi kemacetan panjang.
“Banyak yang menyerobot jalan, kalau sabar saja tidak macet begini,”keluhnya.
Meskipun demikian, keluhan terhadap perilaku beberapa pengendara yang menyerobot jalan tetap terdengar.
Kemacetan ini memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan pemudik harus merayakan buka puasa di jalan. Para pemudik dan pengguna jalan lainnya berharap agar pihak terkait dapat segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi secara berulang di jalur ini.[RG]

