RELUNG.ID – Potensi tanaman kopi di Pagar Alam dinilai masih terbuka luas. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan pengembangan dan pengelolaan komoditas kopi, khususnya di wilayah Kota Pagar Alam.
Hal ini diterungkap usai pertemuan Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah dan BRIN, Selasa kemarin (26/8/2025).
Ludi mengatakan, petani kopi di daerah ini perlu diberi edukasi tambahan yang berasal dari riset agar kedepannya produk pertanian tidak hanya sebatas biji kopi saja namun bisa menghasilkan produk sampungan lainnya yang berkaitan.
Keberadaan BRIN sebagai lembaga riset pemerintah yang mempunyai tenaga ahli dan alat canggih modern di harapkan bisa memberikan solusi tambahan pengetahuan bagi petani sehingga mampu meningkatkan produktifitas.
“Kemarin kami menerima kunjungan dari BRIN dan kehadiran mereka memang kami undang untuk melihat langsung potensi perkebunan kopi sekaligus BRIN akan melakukan riset pemgembangan potensi kopi agar dapat di tingkatkan baik itu produk langsung berupa biji maupun produk sampingannya,”kata dia Rabu (27/8/2025)
Di katakan Ludi, bahwa pengembangan tanaman kopi di kota Pagar Alam telah dimulai sejak zaman dulu kolonial di mana dua perusahaan asing telah menanam kopi berbagai varietas namun setelah Indonesia merdeka perusahaan-perusahaan tersebut hemgkang dan tanaman kopi selanjurnya di usahakan oleh masyarakat namun dengan teknik perawaran dan pengelohan yang apa adanya sehingga produktifitasnya pun tidak maksimal.
“Sehingga dengan kehadiran BRIN di kota Pagar Alam di harapkan nanti hasil risetnya akan dapat di manfaatkan petani untuk berinovssi dalam pengembangan varietas unggul yang cocok baik itu Robusfa,Arabica atau Liberica selain sehingga kopi produksi petani mampu bersaing di kanca nasional dan internasional,” pungkasnya. (TFK)

