Kementrian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Gojek dan Tokopedia (GoTo) guna meningkatkan transaksi daring serta mewujudkan 250 ribu UMKM di Indonesia terdigitalisasi.
Mendag, Zulkifli Hasan mengatakan, sepanjang tahun 2021 belanja daring terbukti mampu menghasilkan transaksi hingga Rp401 triliun dengan digitalisasi UMKM, terutama pedagang pasar rakyat, jumlah ini diharap terus meningkat.
“Saya yakin GoTo dapat berperan penting sebagai platform digital yang mengintegrasikanon-demand services melalui entitas-entitas di dalam perusahaan,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi pasar rakyat merupakan salah satu tugas yang diamanatkan Presiden Joko Widodo kepada Kemendag. Hal ini penting dilakukan agar para pedagang pasar rakyat dapat bersaing dengan para pedagang yang menjajakan barangnya secara daring.
“Kerja sama dengan platform digital seperti Tokopedia mampu menyediakan wahana berjualan secara daring bagi Pasar Rakyat. Dengan digitalisasi, akses konsumen terhadap barang yang dijual akan semakin mudah. Dengan akses yang mudah, diharapkan para pedagang dapat terus meningkatkan transaksinya yang diperoleh para pedagang,”terangnya.
Dia menilai, pola belanja masyarakat di era perkembangan niaga-el mengalami perubahan karena pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan kenaikan konsumen yang berbelanja hanya melalui niaga-el dari sebesar 11 persen menjadi 25,5 persen di 2021; sebesar 86,5 persen konsumen memilih lokapasar (marketplace) sebagai tempat belanja daring; serta sebanyak 23 persen UMKM telah terhubung dengan platform niagal-el.
Selama pandemi Covid-19, terjadi peningkatan konsumen yang bertransaksi secara daring melalui niaga-el. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah transaksi daring melalui niaga-el yang mencapai Rp401 triliun selama tahun 2021.
Nilai ini meningkat 58 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, potensi penguna niaga-el di Indonesia mencapai 88,1 persen (184 juta orang) dari total jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 210 juta orang.
“Untuk itu, potensi pasar yang sangat besar tersebut perlu dimanfaatkan oleh pedagang pasar rakyat dengan ikut mengadaptasi pola transaksi secara digital, sehingga pedagang dapat meningkatkan omsetnya melalui transaksi secara daring,”jelas Mendag Zulkifli Hasan.
Saat ini, Kemendag juga telah menyusun sistem pendataan Pasar Rakyat di seluruh Indonesia melalui platform Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP). Melalui sistem ini, Kemendag dapat memonitor sarana perdagangan dan harga kebutuhan pokok di seluruh Indonesia.
Sehingga nantinya dapat digunakan dalam proses pengambilan kebijakan perdagangan. Informasi harga barang kebutuhan pokok juga tersedia melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag yang saat ini telah berjalan di 537 pasar.
“Kami juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menjalankan pembayaran nontunai melalui program S.I.A.P QRIS (Sehat, Inovatif, Aman, Pakai QRIS) yang telah berjalan di 217 pasar rakyat dan menjangkau 9,4 juta UMKM. Saya berharap niaga-el maupun perusahaan teknologi terus mengembangkan fitur-fitur yang dapat mendukung para pelaku usaha dan pedagang pasar,” pungkasnya.

