RELUNG.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan pergerakan masyarakat selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) akan mencapai 110,67 juta orang.
Lonjakan pergerakan ini terjadi selama periode 22 hari, mulai dari 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025, dengan mayoritas masyarakat bepergian untuk berwisata atau pulang kampung.
Sebagai upaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, Kemenhub menyediakan program mudik gratis melalui berbagai moda transportasi.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa program mudik gratis tersebut meliputi angkutan darat, laut, dan kereta api dengan kapasitas total puluhan ribu penumpang.
Sebelas rute mudik gratis disiapkan menggunakan 88 unit bus dan dua unit truk. Program ini melayani perjalanan dari Jakarta menuju Solo, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Malang, Madiun, dan Kediri, dengan kapasitas 38.772 penumpang dan 2.320 sepeda motor.
Untuk angkutan kereta api, Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyediakan layanan angkutan motor gratis lintas Jakarta Gudang–Lempuyangan (PP). Jalur ini melibatkan Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Lempuyangan, dengan kapasitas 5.300 penumpang dan 2.320 sepeda motor selama 10 hari.
Di sektor laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyediakan 100 trayek pelayaran angkutan laut (PP) yang mampu menampung hingga 29.972 penumpang.
Menurut Menhub, moda transportasi yang paling banyak dipilih masyarakat untuk bepergian selama Nataru adalah bus, dengan prediksi 16,64 juta orang akan menggunakannya.
Kereta api menempati posisi kedua dengan 14,22 juta penumpang, diikuti pesawat sebanyak 9,80 juta, kapal penyeberangan sebanyak 3,40 juta, dan kapal laut dengan 2,38 juta penumpang.
“Kami berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat, khususnya mereka yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, tanpa terkendala biaya transportasi,” ujar Dudy pada Kamis (5/12/2024).
Program ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat serta mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah juga terus memantau kesiapan seluruh moda transportasi guna memastikan keamanan dan ketertiban selama periode Nataru. [AYK]

