RELUNG.ID — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, menekankan empat langkah strategis untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera Selatan, khususnya di Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan Muara Enim. Hal ini menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
“Pertama pengkajian penyebab banjir di bagian hulu Sungai Ogan. Lazimnya, banjir sering terjadi di bagian hilir sungai, sehingga penyebab banjir di hulu perlu diteliti lebih lanjut, ” kata dia.
Suharyanto akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, dan BMKG untuk melakukan kajian tersebut.
“Yang kedua pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem. Bahkan BNPB bersama BMKG akan mempertimbangkan penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi dampak hujan ekstrem. Masyarakat di sepanjang sungai juga diimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman saat terjadi hujan deras, “kata dia.
Selain itu pemenuhan hak dasar bagi korban banjir harus segera dilakukan. Ini termasuk memberikan bantuan kepada keluarga korban jiwa dan menyediakan logistik bagi warga yang masih mengungsi di rumah kerabatnya.
” Ini penting memastikan bahwa korban tidak menderita pasca bencana, “kata dia.
Langkah keempat yakni pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir menjadi prioritas. Pemda didorong untuk melakukan pendataan cepat terhadap rumah warga yang rusak serta fasilitas sosial dan umum yang perlu diperbaiki.
“Langkah ini termasuk relokasi atau perbaikan rumah-rumah yang rusak berat, serta perbaikan jembatan dan fasilitas lainnya yang mendukung kehidupan masyarakat, ” kata dia.
Selain langkah-langkah di atas, Suharyanto menyatakan bahwa pemerintah mulai menyiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
“Ini bertujuan untuk membangun kembali dan memperbaiki infrastruktur agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang, ” kata dia.
BNPB memberikan dukungan dana siap pakai (DSP) kepada Pemkab OKU dan OKU Selatan masing-masing sebesar Rp 250 juta, dan kepada Pemkab Muara Enim sebesar Rp 200 juta. Dukungan logistik dan peralatan darurat juga diberikan, termasuk makanan siap saji, sembako, kit kebersihan, selimut, kasur, tenda, perahu karet, genset, dan alat penjernih air. [RG]

