RELUNG.ID – Keputusan PSSI untuk merekrut Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia mendapatkan berbagai tanggapan. Hal ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah perjuangan Timnas Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Selain itu, latar belakang Kluivert yang dianggap kurang mentereng sebagai pelatih menambah ketidakpastian. Meskipun demikian, ada beberapa masalah di masa lalu yang beredar terkait dirinya.
Kluivert dikabarkan pernah terlibat dalam sejumlah masalah serius, seperti kasus pelecehan seksual, utang judi yang mencapai Rp16 miliar kepada geng kriminal, hingga tuduhan pengaturan pertandingan. Meski begitu, Kluivert sendiri telah lolos dari segala tuduhan tersebut.
Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, menjelaskan bahwa jika Kluivert benar terlibat dalam kasus match-fixing atau pengaturan skor, dia sudah pasti akan di-blacklist di Eropa.
“Kalau dia terlibat match fixing ataupun pengaturan skor, sudah pasti orangnya di-blacklist di Eropa. Klir ya, jadi tidak di-blacklist. Kalau (Kluivert) di-blacklist, ya tidak mungkin kita panggil,” ujar Arya dalam wawancara.
Patrick Kluivert resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia oleh PSSI pada Rabu, 8 Januari 2024. Kluivert dijadwalkan tiba di Indonesia pada 11 Januari 2025, dan akan diperkenalkan kepada publik pada 12 Januari 2025.
Meskipun kontroversial, PSSI berharap bahwa Kluivert dapat membawa perubahan positif untuk Timnas Indonesia, terutama dalam upaya mereka untuk meraih tiket Piala Dunia 2026.[TRA]

