RELUNG.ID – Monkey D Luffy dan Portgas D Ace kecil hingga remaja berumur 17 tahun tinggal di gunung bersama kawanan bandit di manga One Piece.
Itu karena Monkey D Garp menitipkannya kepada temannya Curly Dadan bos bandit gunung. Luffy kecil dan Ace kecil tinggal di gunung Colbo dekat desa Foosha terletak di Pulau Dawn dan merupakan bagian dari Kerajaan Goa
Kenapa Monkey D Garp rela menitipkan cucunya Luffy dan anak dari sahabatnya Ace ke bandit gunung seorang kriminal dan buronan.
Baca Juga: Dragon Diam-diam Selalu Memantau Keselamatan Luffy
Sebenarnya Garp sangat takut Luffy dan Ace mati saat kecil. Karena kedua bocah yang sangat di sayanginya itu tengah diburuh oleh Pemerintah Dunia.
Mereka menjadi target pembunuhan karena memiliki dua DNA dari dua orang yang paling ditakuti oleh pemerintah dunia. Ace adalah anak dari Raja Bajak Laut Gol D Roger. Lalu Luffy anak dari pemimpin Pasukan Revolusioner.
Pemerintah dunia melalui Im Sama sudah menerka dua DNA Roger dan Dragon di masa depan salah satunya adalah reinkarnasi Joyboy.
Namun keduanya kalau tidak dibunuh akan mengancam Pemerintah Dunia. Ace dan Luffy sejak kecil sudah menjadi target eksekusi mati,
Baca Juga: Luffy Punya 7 Istri, Agar Dunia One Piece Aman
Terbukti sebelum Luffy terjun ke lautan, Ace terlebih dahulu sudah membuat pusing Pemerintah Dunia. Hanya karena naas Ace kalah dari Blackbeard dia diserahkan ke angkatan laut.
Karena Ace adalah buronan pemerintah dunia dan statusnya anak dari Raja Bajak Laut pun sudah diketahui dunia.
Nasib Ace sama seperti ayahnya harus tewas di panggung eksekusi algojo pemerintah dunia.
Itulah alasan kenapa Garp memberikan Ace dan Luffy ke bandit gunung. Tujuannya untuk menyembuyikan kedua DNA dari orang yang paling mengancam pemerintah dunia.
Setelah semua aman dan tenang Garp awalnya berencana saat remaja Ace dan Luffy akan dimasukannya menjadi angkatan laut.
Itu harapannya apabila mereka memiliki kontribusi dipihak angkatan laut dosa yang dibuat oleh orang tua di maafkan. Lalu keduanya tidak harus menerima eksekusi mati.

