RELUNG.ID –Â Menggunakan baju hijau dan topi kupluk, kakek Kertawi yang sudah berusia 110 tahun memilih untuk tetap bekerja sebagai petani.
Meski hanya berpenghasil Rp16 ribu per hari. Si Kakek tetap bertahan demi mengobati istri tercintanya yang sedang sakit keras.
Dia pun bahkan tinggal disebuah gubuk sederhana tanpa penerangan listrik dan air bersih selama 20 tahun.
Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Besok, Datangi Ponpes di Palembang
Cerita kakek ini tersebar di media sosial @ceritaharuhariini dan telah ditonton sebanyak 152 ribu kali.
Dalam unggahan itu, terlihat sang kakek tengah istirahat di sebuah gubuk sederhana usai bertani.
Diapun mengipaskan topinya untuk menghilangkan udara panas di dalam gubuk tersebut.
Baca Juga: Nico Robin Ragu Bisa Temukan Road Poneglyph Terakhir
Berdasarkan keterangan dari video tersebut, ternyata sudah 20 tahun warga desa tersebut hidup tanpa listrik dan air bersih.
Kakek kertawi merupakan salah satu warga Kampung Cilawang, Bandung Barat dan Kampung Buyuh Topeng, Majalengka.
Saat ditanya, bapak kalau untuk penerangan pakai apa.
Baca Juga: Ini Kekuatan Tembakan Mother Flame Buatan York di Anime One Piece
“Ya pakai damar (lampu minyak)” jawabnya.
“Air? pakai air hujan,” kata sang kakek.
Dari video yang beredar, kakek ini akhirnya mendapatkan bantuan berupa air bersih, fasilitas MCK, dan satu set panel surya untuk penerangan rumah kakek di malam hari.

