RELUNG.ID – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah mengonfirmasi bahwa empat dari enam korban jiwa dalam kecelakaan bus yang mengangkut jemaah umrah asal Indonesia merupakan satu keluarga. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Sabtu malam, 22 Maret 2025.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa korban yang masih memiliki hubungan keluarga adalah Dawam Mahmud, Sumarsih Djarudin, Areline Nawallya Adam, dan Audrya Malika Adam. Mereka merupakan satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan dua putri.
“Empat korban meninggal dalam kecelakaan ini adalah Dawam Mahmud, Sumarsih Djarudin, Areline Nawallya Adam, dan Audrya Malika Adam, yang merupakan satu keluarga,” demikian pernyataan KJRI Jeddah.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah melakukan komunikasi dengan keluarga korban, termasuk Dawam Mahmud (keponakan), yang telah menyetujui pemakaman seluruh anggota keluarga tersebut di Arab Saudi. Permintaan ini telah dikabulkan dan proses pemakaman pun segera dilakukan di Tanah Suci.
Selain keempat korban dari satu keluarga tersebut, korban meninggal lainnya, Eny Soedarwati, juga akan dimakamkan di Arab Saudi sesuai dengan persetujuan pihak keluarga. Sementara itu, keputusan mengenai lokasi pemakaman korban lainnya, Dian Novita, masih dalam pembahasan pihak keluarga.
Dalam insiden tragis ini, selain enam korban jiwa, terdapat sebelas jemaah lainnya yang mengalami luka-luka. Setelah menjalani perawatan medis, mereka dinyatakan pulih dan telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
“Setelah mendapatkan izin medis, mereka telah tiba di Mekkah dan kembali melanjutkan rangkaian ibadah umrah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,” tambah KJRI Jeddah.
Pemerintah Indonesia terus memberikan pendampingan dan koordinasi untuk memastikan seluruh proses pemakaman serta kepulangan korban yang masih dalam pembahasan dapat berjalan dengan lancar. (KPB)

